DENPASAR, BALI EXPRESS- Untuk pertama kalinya di Liga 1 Indonesia musim 2023/2024 ini, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali dipadati penonton Senin, 18 Desember 2023. Alasannya cukup masuk akal karena Bali United melawan musuh bebuyutannya yakni Persib Bandung.
Dalam laga bertajuk Super Big Match pada pekan ke-23 itu, penonton yang hadir menyaksikan Bali United vs Persib Bandung mencapai 10.607 orang.
Dalam match melawan Persib Bandung tersebut, selain musuh yang dihadapi, manajemen Bali United tampaknya jeli melihat cara untuk mendatangkan suporter lebih banyak.
Kehadiran jumlah penonton tersebut menjadi rekor paling banyak di Stadion Dipta pada musim ini. Sebelum-sebelumnya hanya berkisar di 2 hingga 4 ribu an penonton.
Sebelum laga, manajemen untuk pertama kalinya menyiapkan tiket secara offline. Padahal, beberapa tahun belakangan, tiket offline sudah ditinggalkan dan beralih ke digital.
Cara tersebut cukup efektif mengangkat ketertarikan Semeton Dewata untuk hadir di stadion.
Meskipun harga yang ditetapkan masih sama yakni Rp80 ribu untuk kelas ekonomi, serta Rp350 ribu untuk VIP, nyatanya tak mengendurkan niat suporter.
Jika dihitung-hitung secara sederhana, hasil penjualan tiket pada Senin malam hampir menyentuh Rp1 miliar.
Kalau dikalkulasikan berdasarkan harga tiket paling rendah yakni Rp80 ribu dikalikan 10.607 orang, artinya penjualan kotor mencapai Rp848.560.000.
Tapi kembali lagi alasan penonton hadir langsung ke stadion yakni musuh yang dihadapi Bali United.
Persib Bandung selama ini menjadi rival bebuyutan Serdadu Tridatu. Bahkan di media sosial, fans kedua tim selalu bersebrangan dengan berbagai intrik.
Jadi wajar, match tersebut sangat ditunggu oleh suporter tuan rumah. Belum lagi rekor yang dipegang Bali United atas Persib Bandung dimana Serdadu Tridatu belum pernah terkalahkan sejak 2016.
Tapi, hanya kali ini saja penonton diprediksi ramai datang ke Stadion Dipta. Faktor permainan tim yang masih belum greget dan pemilihan pemain dari pelatih Teco Cugurra membuat suporter enggan datang.
Bahkan ultimatum pernah didengungkan di media sosial jika Teco Cugurra masih tetap melatih dengan strategi template nya, jangan berharap Stadion Dipta akan ramai seperti era 2017 hingga 2020. (*)
Editor : I Made Mertawan