Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bukan PSM Makassar atau Persib Bandung, Ternyata Ada Klub di Indonesia yang Lebih Tua, Siapa Saja Mereka?

I Dewa Made Krisna Pradipta • Rabu, 20 Desember 2023 | 18:30 WIB

Tiga klub yang disebut menjadi klub tertua di Indonesia.
Tiga klub yang disebut menjadi klub tertua di Indonesia.
DENPASAR, BALI EXPRESS – Beberapa hari lalu, Persib Bandung telah mengubah tahun lahir mereka dari 1933 menjadi 1919. Hal ini pun ramai menjadi perbincangan di media sosial. Pasalnya, Persib merupakan salah satu pendiri organisasi PSSI.

Logikanya, PSSI lahir di 1930 sedangkan Persib Bandung yang menjadi salah satu pencetus malah lahir setelah PSSI ada.

Baca Juga: Sekelompok Pria Bawa Parang Tebas WNA Timor Leste di Sidakarya

Tapi sebelum Persib, PSM Makassar lebih dulu lahir, bahkan usianya kini mencapai 1 abad lebih yakni pada 1915. Namun, PSM bukanlah klub tertua di Indonesia. Dilansir dari Instagram @panditfootball, ada 3 klub yang diyakini menjadi klub tertua di Indonesia dimana lahir di tahun 1903. Siapa saja mereka?

1.Sidolig - 1903
Spelen In De Opening Lucht Is Gezond (Sidolig) didirikan oleh murid-murid Europeesche Lagere School, sekolah khusus anak Belanda dan pribumi kalangan atas. Sidolig sempat langganan angkat trofi kompetisi internal Kota Bandung di rentang tahun 1905-1942.

Sementara Sidolig memiliki arti “olahraga di alam terbuka itu sehat”. Sejak Oktober 1923 hingga kini, Sidolig bermarkas di Lapangan Persib, Jalan Ahmad Yani.

2. UNI - 1903

Uitspanning Na Inspanning (UNI), masih kokoh meski melewati masa peralihan saat APBD tidak lagi diizinkan menghidupi klub sepakbola. UNI yang berarti “bersenang-senang setelah bekerja keras” didirikan orang Belanda, Wim L. Kuik, sebagai klub intern Bond Kota Bandung di masa itu.

Ketika Persib berdiri, UNI menjadi klub internalnya. Saat ini UNI berstatus Sekolah Sepak Bola (SSB) yang bermarkas di Ciwastra, dan masih menjadi pencetak pemain muda bertalenta.

Baca Juga: Anggota Komunitas Pecinta Alam Ditemukan Tewas Mengapung di Pantai Legian

3. UMS - 1905
Sebelum menyandang nama Union Makes Strength (UMS) Petak Sinkian, klub yang didirikan masyarakat Tionghoa ini bernama Tiong Hoa Hwee Koan Scholar’s FC atau Pa Hoa FC.

Sejak tahun 1930-1970an, UMS menyumbang pemain-pemain hebat yang merumput bersama Persija dan timnas. Sampai hari ini UMS memiliki stadion di Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Sidolig, UNI, dan UMS adalah klub tertua yang masih eksis hingga hari ini. Pada era perserikatan, ketiganya menjadi pemasok pemain-pemain berbakat untuk “Bond” atau Persatuan Sepakbola lokal hingga tim nasional Hindia Belanda.

Meski disegani, mereka sempat merasakan status ‘klub musafir’ yang harus berpindah lapangan. Sekitar awal abad ke-20 hingga tahun 1920an, masih banyak klub serikat tanpa lapangan tetap. Biasanya, mereka bermain di lapangan terbuka di ruang publik, seperti lapangan alun-alun kota. (dip)

Editor : Wiwin Meliana
#psm makassar #Klub Bola #pssi #persib bandung