BALI EXPRESS - Bek muda Bali United dan juga Timnas Indonesia U-20, Kadek Arel Priyatna tampaknya tak akan melupakan pengalaman yang ia dapat, Rabu, 17 Januari 2024.
Kadek Arel menjadi salah satu perwakilan pemain yang berkesempatan melihat perkembangan pembangunan Training Center PSSI di Kawasan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Menariknya, Kadek Arel hadir di lokasi ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) datang untuk meninjau pembangunan training center tersebut.
Pada kesempatan itu pula, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, pelatih Timnas U20 Indra Sjafri, Exco PSSI Muhammad, Khairul Anwar, dan Sekjen PSSI Yunus Nusi juga turut hadir.
Kadek Arel pun menyampaikan rasa bahagianya tersebut dengan mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak-pihak yang peduli terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.
"Sebuah kehormatan bagi saya karena bisa diundang oleh Presiden Joko Widodo sekaligus menjadi perwakilan pemain dalam agenda pemantauan Training Center Timnas Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN),” ungkap Kadek Arel.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Ketum PSSI, Bapak Erick Thohir dan Coach Indra Sjafri yang senantiasa bersinergi demi perkembangan sepak bola tanah air," ucapnya.
Pembangunan pusat pelatihan Timnas Indonesia itu baru memasuki progres 20 persen pembangunan.
Rencananya, tahap 1 akan rampung pada Mei 2024 untuk bisa digunakan oleh Skuad Merah Putih.
Pembangunan Training Center PSSI tahap 1 ini mendapat dana hibah dari FIFA Forward senilai USD5,6 juta atau setara dengan Rp90 miliar.
Untuk tahap pertama tersebut, pembangunan difokuskan pada lapangan rumput natural, lapangan rumput artifisial, asrama, dan ruang ganti pemain.
Total 8 lapangan akan dibangun di kawasan Training Center PSSI tersebut untuk menjadi wadah pengembangan sepak bola Indonesia di masa mendatang.
Sementara untuk asrama tahap pertama, total kapasitasnya adalah 70 orang yang terdiri dari 28 twin room untuk pemain, 10 single room untuk tim pelatih dan 3 suite room untuk pelatih kepala. (*)
Editor : I Made Mertawan