BALI EXPRESS - Legenda sepak bola nasional, Peri Sandria, meminta PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) agar lebih selektif dalam memilih pemain untuk program naturalisasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas tim nasional Indonesia.
Peri Sandria, yang menjadi bagian dari timnas Indonesia yang meraih medali emas pada SEA Games 1991, menyatakan kekhawatirannya terhadap kurangnya selektivitas dalam memilih pemain naturalisasi.
Menurutnya, PSSI harus memastikan bahwa pemain yang dinaturalisasi memiliki kemampuan yang lebih tinggi daripada pemain lokal.
"Dengan melakukan seleksi yang ketat, timnas Indonesia dapat bersaing di level internasional," ujar Peri Sandria, yang juga mengkritik penampilan timnas Indonesia di Piala Asia 2023 Qatar.
Meskipun tim berhasil lolos ke babak 16 besar, Peri merasa penampilan pemain naturalisasi masih belum memuaskan.
"Saya kurang puas melihat performa pemain naturalisasi," kata Peri, yang juga mencatat prestasi sebagai penyerang tersubur Liga Indonesia pada musim 1994-1995.
Program naturalisasi PSSI telah berlangsung sejak tahun 1950, dan sejak saat itu, beberapa pemain seperti Cristian Gonzales, Kim Jeffrey Kurniawan, Jhonny van Beukering, Stefano Lilipaly, Greg Nwokolo, dan lainnya telah menjadi bagian dari timnas Indonesia.
Meskipun telah berjalan puluhan tahun, Peri menilai bahwa program ini belum mencapai potensinya.
Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI kembali mencari pemain asing keturunan Indonesia untuk dinaturalisasi di bawah kendali pelatih Shin Tae-yong sejak 2020.
Pada tahun 2024, PSSI berencana untuk menaturalisasi beberapa pemain lagi, seperti Nathan Tjoe-A-On dan Ragnar Oratmangoen.
Peri berharap bahwa dengan pemilihan yang lebih bijaksana, timnas Indonesia dapat mencapai prestasi lebih baik di kancah internasional. (*)