Cetak Dua Gol Saat Bantai Yoredania 4-1, Marselino Ferdinan Ingin Cetak Sejarah Baru di Perempat Final Piala Asia U-23
I Putu Suyatra• Senin, 22 April 2024 | 14:59 WIB
Gelandang Indonesia Marselino Ferdinan melakukan selebrasi bersama rekan satu timnya. (ANTARA)
QATAR, BALI EXPRESS - Gelandang timnas Indonesia U-23 Marselino Ferdinan mengaku ingin kembali mengukir sejarah bersama Merah Putih. Hal ini ia ungkapkan setelah membawa timnya lolos ke perempat final Piala Asia U-23 2024 untuk pertama kalinya.
Penampilan Gemilang Marselino
Marselino menjadi bintang kemenangan Indonesia atas Yordania U-23 di laga terakhir Grup A dengan mencetak dua gol.
Gol pertamanya dicetak melalui penalti pada menit ke-23 dan gol keduanya tercipta berkat kerja sama apik dengan Witan Sulaeman pada menit ke-70.
"Saya senang. Kami membuat sejarah baru. Ini pertama kalinya bagi kami di U-23. Itu sangat bagus juga untuk sepak bola Indonesia agar berjalan baik kedepannya. Saya harap kita bisa membuat sejarah baru," kata Marselino, seperti dikutip dari PSSI.
Menurut Marselino, kunci kemenangan timnya adalah karena menerapkan instruksi dari pelatih Shin Tae-yong dengan baik.
"Kami bermain sangat baik di lini belakang. Kami bermain sangat kompak. Untuk latihan kemarin, untuk instruksinya, banyak hal yang disampaikannya untuk taktis. Kami melakukannya dengan sangat baik," jelasnya.
Tantangan Berat di Perempat Final
Di babak perempat final pada Jumat (26/4) dini hari WIB, Indonesia akan melawan salah satu wakil Grup B, Korea Selatan atau Jepang.
Kemenangan di perempat final nanti akan membawa Garuda Muda semakin dekat dengan pintu bermain di Olimpiade 2024 Paris, Prancis dan mengulangi sejarah yang pernah terukir pada Olimpiade 1956 di Melbourne, Australia.
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong (STY), menyatakan kegembiraannya setelah berhasil membawa timnya mencatat sejarah baru di tingkat Asia.
"Pencapaian ini membuat saya sangat bahagia. Saya ingin berbagi kegembiraan ini bukan hanya kepada para pemain, tetapi juga kepada semua pihak di PSSI dan para pendukung di Indonesia," katanya.
STY juga mengakui proses pembentukan timnas Indonesia U-23 memerlukan waktu yang cukup lama sejak dirinya menjabat sebagai pelatih empat tahun lalu.
"Prosesnya memang memakan waktu. Tetapi dalam empat tahun tersebut, dua tahun terakhir terjadi pandemi Covid-19 yang mengganggu. Namun, saya melihat kemajuan yang kami capai dalam dua tahun terakhir ini," jelasnya.
Menyongsong pertandingan perempat final, STY menyatakan akan memantau pertandingan terakhir Grup B antara Korea Selatan dan Jepang pada hari Senin ini untuk mengetahui siapa lawan mereka nanti.
"Kami belum mengetahui siapa yang akan menjadi lawan kami di perempat final. Namun, saya akan memantau pertandingan besok dan mempersiapkan tim dengan baik," ucap STY.
Meskipun menyadari reputasi besar Korea Selatan dan Jepang dalam sepak bola Asia, STY menyatakan bahwa timnya tidak gentar dan akan memberikan yang terbaik di lapangan.
"Apapun hasilnya nanti, kami akan berjuang keras. Kami akan menunjukkan bahwa kami siap memberikan 100% di lapangan," tandasnya. ***