DENPASAR, BALI EXPRESS - Sebanyak 7.577 penonton hadir menyaksikan asuhan Stefano Cugurra bermain imbang 0-0 dengan Borneo FC di perebutan juara ketiga babak Championship Series, Sabtu 25 Mei 2024 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Jumlah tersebut masih kalah sedikit jika dibandingkan saat melawan Persib Bandung di tempat yang sama saat reguler series lalu.
Di laga itu menjadi rekor jumlah kehadiran penonton paling tinggi di musim 2023/2024 ini yakni mencapai 10.607 orang.
Jumlah tersebut merupakan sepertiga dari kapasitas Stadion Kapten I Wayan Dipta yang mencapai 15 ribu.
Sementara untuk babak Regular Series saja, jumlah penonton yang hadir hanya mencapai 94.791 orang dalam 17 laga kandang.
Dan jika dikalkulasikan dengan harga tiket termurah Rp70 ribu, untung yang didapat yakni di kisaran Rp6.635.379.000 atau Rp6 miliar lebih.
Jika ditarik ke belakang, jumlah penonton yang hadir musim ini masih lebih baik dibangkingkan musim lalu yang hanya Rp49.848 dengan rata-rata hadir di stadion sebanyak 2.932 orang.
Sayangnya di laga melawan Borneo FC tersebut, suporter Bali United berbuat ulah dengan menyalakan flare saat pertandingan.
Sejumlah flare menyala di beberapa titik di tribun utara yang mengakibatkan asap pekat menyelimuti lapangan.
Pandangan mata menjadi sangat terbatas sehingga wasit menghentikan laga beberapa saat.
Kejadian itu terjadi di injury time babak kedua. Atas insiden ini, Bali United siap-siap menerima sanksi dari Komite Disiplin PSSI dengan ancaman denda ratusan juta rupiah. ***
Editor : Y. Raharyo