Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

PANTAS JADI BADUT ASIA! Ternyata Liga Indonesia Peringkat 6 Asia Tenggara atau 28 Asia, Kalah dari Ranking FIFA Timnas

Y. Raharyo • Rabu, 5 Juni 2024 | 19:42 WIB
Privat Mbarga (nomor 37) dikepung pemain Central Coast Mariners di matchday ketiga Grup G AFC Cup 2023 di Central Coast Stadium, Kamis 26 Oktober. Bali United jadi ayam sayur.
Privat Mbarga (nomor 37) dikepung pemain Central Coast Mariners di matchday ketiga Grup G AFC Cup 2023 di Central Coast Stadium, Kamis 26 Oktober. Bali United jadi ayam sayur.

BALIEXPRESS - Pencinta sepak bola Indonesia boleh berbangga dengan progres Timnas Indonesia. Namun, yang miris adalah wakil Indonesia di kompetisi Asia kerap jadi badut. Ternyata, masalahnya Liga Indonesia memang masih tertinggal jauh dibanding liga lain di Asia maupun Asia Tenggara.

Saat ini, Timnas Indonesia memiliki ranking FIFA 134. Jika dilihat berdasar negara-negara di konfederasi Asia atau AFC, peringkat FIFA Indonesia berada di posisi 23.

Sedangkan apabila diukur berdasarkan negara-negara di Asia Tenggara, maka Timnas Indonesia berada di ranking 3, di bawah Thailand dan Vietnam.

Namun, peningkatan ranking FIFA untuk Timnas Indonesia ini belum dibarengi dengan kualitas Liga Indonesia.

Terbukti, peringkat Liga Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan liga-liga di Asia dan Asia Tenggara.

 

Hal ini pun menjadi sorotan Ketum PSSI, Erick Thohir. Dia tidak hanya punya beban meningkatkan prestasi Timnas Indonesia, melainkan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Nah, salah satu pembenahan sepak bola Indonesia adalah dalam hal kompetisi liga. Apalagi, produk kompetisi Liga Indonesia yakni wakil-wakil Indonesia kerap jadi "badut Asia".

 

Peringkat Liga Indonesia di antara liga-liga di Asia juga masih jadi sorotan Erick Thohir. Yakni peringkat 28 Asia dan 6 Asia Tenggara. Jauh tertinggal dengan peringkat FIFA Timnas Indonesia.

 

Karena itu, Erick ingin mendorong penyelenggaraan kompetisi liga Indonesia menjadi berkualitas tinggi dan menjadi yang terbaik di Asia Tenggara atau nomor 1 Asia Tenggara.

"Kami belum bisa berpuas diri karena ranking liga Indonesia masih berada di peringkat ke-28 di level Asia. Bahkan di Asia Tenggara kita berada di peringkat ke-6," katanya.

Dia mengungkapkan bahwa liga Indonesia masih tertinggal dari Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Singapura.

"Bahkan tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia, Filipina dan Singapura," ujar Erick akun instagram pribadinya.

Ia ingin segera ada pembenahan kompetisi Liga Indonesia. Bahkan, dia menarget selain jadi terbaik di Asia Tenggara, masuk dalam 15 besar di Asia. Ini seperti dia menarget Ranking FIFA Timnas Indonesia naik ke posisi 100 dunia dalam waktu dekat. 

"PSSI menargetkan pada pengelola liga agar liga Indonesia bisa menjadi liga terbaik di Asia Tenggara dan masuk jajaran 15 besar di Asia," katanya.

Erick ingin liga Indonesia berlangsung dengan bersih dari praktik kecurangan. Di antaranya match fixing atau pengaturan skor dan lainnya.

Transformasi Liga Indonesia harus memastikan adanya peningkatan kualitas. Yang sudah dilakukan adalah VAR di championship series dan menjajal wasit asing di musim lalu.

Pada musim depan, Liga 1 Indonesia menambah kuota pemain asing jadi delapan dari sebelumnya hanya 6.

"PSSI akan terus mendorong transformasi PT Liga Indonesia Baru melakukan terobosan dan perbaikan agar Liga Indonesia semakin kompetitif sehingga melahirkan klub-klub yang kuat untuk bersaing di level Asia Tenggara dan Asia," katanya.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah transformasi suporter. Selain liga kompetitif, pentingnya suporter yang dewasa dan mematuhi regulasi serta memberikan rasa aman untuk semua.

"Pelaksanaan setiap pertandingan harus memberikan rasa aman untuk masyarakat sekitar," katanya.

Pada musim lalu, ada dua wakil Indonesia di pentas Asia. Yakni PSM Makassar dan Bali United. Bali United sempat mengikuti kualifikasi AFC Champions League (ACL), tapi gagal. Sehingga masuk ke AFC Cup bersama PSM Makassar.

Namun, kedua tim itu malah gugur di babak grup. PSM dan Bali United masing-masing hanya bisa meraih peringkat 3 grup dari masing-masing grup berisi 4 tim. Juara AFC Cup adalah CC Mariners, yang mengalahkan Bali United di babak grup.

Musim depan, AFC sudah mengubah format kompetisi Asia menjadi 3 tingkat. Yakni AFC Champions League Elite atau Liga Champions Elit AFC, kemudian AFC Champion League Two atau Liga Champion Dua AFC, dan AFC Challenge League. ***

Editor : Y. Raharyo
#badut Asia #liga indonesia #ranking FIFA indonesia