BALIEXPRESS.ID - Perjalanan Timnas Indonesia di Ronde Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 telah berakhir dengan manis. Rizky Ridho dkk finish sebagai runner-up sekaligus meraih tiket otomatis ke Piala Asia 2027.
Namun, perjalanan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 baru 3/4 jalan. Jika mampu menjadi yang terbaik atau runner-up di kualifikasi grup Ronde Ketiga nanti, tiket Piala Dunia 2026 sudah pasti digenggam.
Untuk memanfaatkan momen langka ini, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kabarnya ingin menambah pemain naturalisasi baru khususnya di posisi depan.
Dilansir dari instagram @jomediafutbolid, Shin Tae-yong merasa lini depan Timnas Indonesia kurang tajam saat menang 2-0 atas Filipina.
Sekadar catatan, kedua gol tersebut dicetak oleh seorang gelandang dan pemain belakang.
Bahkan secara terang-terangan, Coach Shin memberikan rapor yang kurang baik kepada performa lini depan dan dirinya wajib melakukan evaluasi.
"Jujur, saya tidak bisa memberi nilai baik kepada lini depan. Memang mereka harus evaluasi diri dengan baik," ujar Shin Tae-yong.
Pelatih asal Korea Selatan ini juga memberikan warning kepada pemain lini depan yang berada di skuadnya saat ini.
Dia juga membeberkan akan terus mencari pemain depan yang lain untuk mempertajam serangan.
"Jika ada pemain berdarah Indonesia dan performanya baik, akan diajukan lagi (dinaturalisasi). Saya akan terus mencari pemain depan yang lain," ungkapnya.
Di laga melawan Filipina tersebut, 3 pemain depan dipasang Shin Tae-yong tak bisa berbuat banyak.
Marselino Ferdinan, Rafael Struick, dan Ragnar Oratmangoen tak bisa menceploskan bola ke gawang meski pertahanan Filipina digempur habis-habisan oleh Indonesia.
Beruntung Thom Haye dan defender Rizky Ridho berhasil menjebol gawang Filipina sehingga Timnas Indonesia bisa menang 2-0.
Hasil itu, sekaligus mengantarkan Indonesia lolos ke Ronde Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan status runner up. Sementara juara grup diraih oleh Irak. ***
Baca Juga: Profil dan Latar Belakang Polwan Bakar Suami: Guru Sekolahnya Bongkar Sosoknya
Editor : I Putu Suyatra