BALIEXPRESS.ID - Punggawa Timnas Indonesia dan pemain Cerezo Osaka, Justin Hubner, mengalami situasi yang pahit di J1 League, kasta tertinggi Liga Jepang. Justin hanya bermain selama 4 menit di pekan ke-22 J1 League. Dia disebut hanya jadi alat pemasaran klub.
Masuk sebagai pemain pengganti di menit akhir, tepatnya menit ke-90+3, saat melawan tim promosi Tokyo Verdy, Justin hanya mencatatkan 2 sentuhan, 1 passing sukses, dan 1 tembakan melenceng.
Laga tersebut berakhir imbang 1-1 untuk Cerezo Osaka dan eks tim Pratama Arhan.
Musim ini, Justin bergabung dengan Cerezo Osaka setelah dilepas oleh Wolverhampton Wanderers U21 di Liga Inggris.
Dari 22 pertandingan J1 League yang telah dijalani, Justin hanya mendapatkan 6 kesempatan bermain dengan total 83 menit.
Ia lebih sering menjadi pemain pengganti di menit-menit akhir. Di Piala Liga, Justin tampil sebanyak 2 kali dengan menit bermain selama 107 menit.
Padahal Justin merupakan pilihan utama Shin Tae-yong di Timnas Indonesia maupun di Tim U23.
Situasi ini membuat banyak netizen Indonesia prihatin dan menyerukan di akun instagram klub @cerezo_osaka agar Justin keluar dari Cerezo Osaka. Mereka menilai Justin Hubner hanya jadi alat marketing klub atau sponsor.
"Why Hubner 90+3?" tanya akun @xyzeff_08 di Instagram.
"Wkwkwkwk club," tulis akun @timnasionalsepakbolaindonesia.
"90+3 are kidding me?" tanya @bruneosaka.
"@bruneosaka hanya untuk market saja," ujar @m.aghazi1.
"@justinhubner5 mending lu keluar lah dari klub ini cuman dipakek popularitasmu aja, skilmu gak dibutuhkan," tandas @follower_ig_2.
"@follower_ig_2 sabar dulu nunggu selesai masa peminjamannya di akhir tahun," jawab @dinaputri607.
Sekadar diketahui, Cerezo Osaka terkait dengan sponsor klub. Yakni sebuah merek mesin diesel ternama yang juga dipasarkan di Indonesia.
Nasib Justin masih lebih baik dibandingkan Pratama Arhan yang hanya bermain 4 laga selama dua musim dengan total 255 menit di Tokyo Verdy.
Arhan hanya 2 kali bermain di J2 League dan 2 kali di Piala Kaisar.
Namun, tetap saja, Justin mendapat menit bermain yang sedikit dibandingkan masih di Wolverhampton. Meski tidak main di tim utama, dia reguler main di tim U21.
Nasin Justin juga Liga Jepang juga menyusul beberapa nama pemain Indonesia yang tidak mendapat menit bermain.
Sebelum Justin dan Pratama, ada Stefano Lilpaly dan Irfan Bachdim yang juga jarang dimainkan. Dua eks pemain Bali United itu hanya sering jadi penghangat bangku cadangan.
Bahkan, pengamat sepak bola Justinus Lhaksana alias Coach Justin meminta agar pemain Indonesia tidak ke Liga Jepang.
"Lebih baik ke Korea," kata coach Justin.
Baca Juga: Diduga Operasi Hidung, Penampilan Mahalini Jadi Sorotan, Warganet: Kok Wajahnya Berubah
Kondisi ini tentu saja sangat berbeda dengan para pemain Jepang yang main di Liga 1 Indonesia. Banyak mereka yang akhirnya bersinar di Liga 1 Indonesia.
Contohnya Kenzo Nambu, yang berawal dari klub Liga 3 Jepang, kemudian ke klub Liga 2 Thailand, kemudian bersinar di PSM Makassar karena mendapat menit bermain. Dan kini ke Bali United. ***
Editor : Y. Raharyo