BALIEXPRESS.ID - Suporter Bali United dan Stefano Cugurra kini tak lagi mesra. Mayoritas suporter menginginkan dirinya segera pergi atas performa tim yang tak menunjukkan hasil signifikan.
Terbaru, hasil di Piala Presiden 2024 membuat Semeton Dewata semakin jengkel dengan pelatih pengoleksi 3 trofi Liga 1 ini.
Stefano Cugurra sempat bungkam cukup lama setelah dikritik habis-habisan oleh suporter.
Ia dianggap miskin taktik dan menerapkan strategi yang monoton di setiap pertandingan.
Pada akhirnya, Teco Cugurra juga gerah karena terus dibully oleh suporter tim sendiri.
Ia kemudian buka suara mengenai suara pedas dari penggemar tersebut.
"Soal di media sosial? Menurut saya biasa di sepak bola. Ini awal musim, Piala Presiden untuk siapkan tim dan kami tidak ada target khusus di turnamen pra-musim itu," ujar Stefano Cugurra.
Menurutnya suporter tidak tahu dengan target yang diberikan oleh manajemen sehingga ketika Bali United meraih hasil mengecewakan, pelatih adalah sasaran utamanya.
"Ya pasti ketika tim tidak lolos, pelatih yang kena kritik," imbuhnya.
Teco menyadari jika dirinya hanya sosok manusia biasa. Di mana ada yang pro maupun kontra.
Dia pun mengaku sebetulnya sudah berhasil mencapai target yang dibebankan manajemen.
Sebagai contoh pada Liga 1 musim 2023/2024, sebetulnya Bali United hanya ditarget masuk 4 besar di regular series dan dia berhasil finish di peringkat 3.
"Saya bekerja pasti ada yang suka dan ada yang tidak suka. Saya hanya bekerja sesuai dengan target yang diberikan," tegasnya.
Kini, Coach Teco tengah menggembleng Ricky Fajrin dkk untuk memantapkan persiapan jelang menghadapi Persik Kediri di laga perdana Liga 1 musim 2024/2025. ***
Editor : Y. Raharyo