BALIEXPRESS.ID - Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo memang memiliki mental juara. Atlet panjat tebing asal Pontianak itu meraih medali emas pertama bagi kontingen Indonesia ajang Olimpiade Paris 2024.
Perjalanan Veddriq Leonardo sampai meraih medali emas ini sungguh melalui perjuangan yang tidak mudah.
Dia harus mengalahkan sejumlah atlet panjang tebing yang langganan juara.
Turun di nomor speed putra, Veddriq Leonardo lolos ke Olimpiade Paris 2024 setelah melalui kualifikasi di Shanghai dan Budapest 2024 lalu.
Berikut perjalanan Veddriq Leonardo sampai meriah medali emas Olimpade Paris 2024:
1. Kualifikasi 1 di Bern
Kualifikasi Olimpiade Paris 2024 untuk cabang olahraga panjat tebing dimulai dari Kejuraan Dunia Panjat Tebing 2023 di Bern pada Agustus 2023.
Sayangnya, Veddriq malah kalah di babak awal. Dia pun untuk sementara tidak bisa langsung mengamankan tiket ke Olimpiade.
Waktu itu, dari 19 atlet yang dibawa ke Bern, hanya Desak Rita yang mengamankan tiket langsung ke Olimpiade Paris setelah jadi juara dengan dengan catatan 6,49 detik di nomor women speed.
2. Kualifikasi Asia
Kualifikasi berlanjut melalui Asian Qualifier di Jakarta pada November 2023. Sayangnya Veddriq gagal lagi. Dia kalah di perempat final saat melawan atlet Indonesia lainnya, Rahmad Adi Mulyono. Sedangkan Rahmad langsung lolos setelah juara di final.
3. Kualifikasi Shanghai dan Budapest
Peluang Veddriq Leonardo lolos ke Olimpiade 2024 belum tertutup. Dia mengikuti dua seri kualifikasi Olimpiade di Shanghai (16-19 Mei 2024) dan Budapest (20-23 Juni 2024) untuk mencari lima tiket tersisa dari 14 tiket di Olimpiade Paris 2024.
Pada seri Shanghai, dia menjadi juara setelah mengalahkan Wu Peng. Veddriq menjadi yang tercepat dengan waktu 4,83 detik, sedangkan Wu Peng dengan 4,88 detik.
Selanjutnya pada seri kedua di Budapest, dia gagal ke final. Dalam laga small final melawan Aspar Jaelolo, dia menang dan meraih medali perunggu. Hasil dua seri ini membuatnya lolos ke Olimpiade Paris 2024.
Sebetulnya dalam dua seri kualifikasi tersebut, dua atlet panjat tebing Indonesia lainnya masuk dalam lima besar. Aspar Jailolo dan Kiromal Katibin. Namun, peraturan di Olimpiade, setiap negara hanya hanya diwakili dua atlet.
4. Olimpiade
Veddriq akhirnya berhasil lolos menjadi satu dari 14 atlet panjang tebing dari nomor men's speed.
Semua atlet panjat tebing ini mengawali laga di Olimpiade lewat fase kualifikasi seeded untuk menentukan peringkat unggulan pada 6 Agustus 2024.
Pada percobaan di Lane A mencatatkan 4,79 detik, dan di Lane B dengan 4,92 detik.
Maka waktu terbaiknya adalah 4,79 detik, sekaligus menyamai rekor dunia yang dipegang Samuel Watson dalam Piala Dunia IFSC di Wujiang pada 12 April 2024.
Dalam fase kualifikasi seeded ini dia menjadi yang tercepat. Sayangnya, atlet Indonesia lainnya, Rahmad Adi Mulyono berada di peringkat 14.
Tak pelak, Veddriq harus bertarung lawan Rahmad di babak eliminasi. Veddriq menang dengan catatan waktu 4,98, sedangkan Rahmad 5,13 detik. Maka Veddriq lolos ke perempat final.
5. Perempat Final Lawan Tuan Rumah
Sebelum sampai di final, dia melalui jalan terjal di perempat final. Hanya ada 8 atlet terbaik, dan semuanya tak bisa diremehkan.
Pada babak perempat final Veddriq juga harus menaklukkan atlet panjat tebing dari tuan rumah Prancis, Bassa Mawem.
Meski mendapat support penuh dari suporter tuan rumah, Mawem bisa ditaklukkan dengan mudah oleh Veddriq dengan catatan waktu 4,88 detik. Sedangkan Mawem hanya 5,26 detik.
6. Semifinal Lawan Juara Asian Games
Perjalanan Veddriq berlanjut. Dia bertemu dengan climber asal Iran, Reza Alipour.
Lawan yang tidak mudah. Sebab Reza Alipour juga kerap menjadi juara dalam beberapa kejuraan. Reza juga menjadi peraih medali emas panjat tebing Asian Games 2018 Jakarta dan medali emas Asian Games 2022 Guangzhou.
Tapi, Veddriq berhasil mengalahkan Reza Alipour dengan catatan cukup tipis, yakni selisih 0,06 detik. Veddriq mencatat 4,78 W detik, sedangkan Alipour hanya 4,84 detik.
7. Final dan Meraih Emas
Di partai final, Veddriq bertemu dengan Wu Peng pada Kamis, 8 Agustus 2024 di Le Bourget Climbing Venue, Paris. Wu Peng adalah juara IFSC World Cup Wujiang 2024 (Piala Dunia Panjat Tebing) di Wujiang pada 13 April 2024 lalu. Bahkan setahun sebelumnya, Wu Peng juga jadi juara IFSC World Cup Wujiang 2023 pada September 2023.
Pada laga final di Piala Dunia IFSC, Wu Peng mengalahkan Sam Watson (Amerika Serikat). Wu Peng mencatatkan waktu 4,91 detik, sedangkan Watson 5,11 detik.
Samuel Watson pada Piala Dunia IFSC di Wujiang sempat memecahkan rekor dunia atas dirinya sendiri dengan catatan 4,79 detik.
Wu Peng mencapai final Olimpiade setelah mengalahkan Sam Watson di semifinal. Wu Peng menang dengan waktu 4,85 detik, sedangkan Watson 4,93 detik.
Tapi, Watson kurang konsisten. Meski sempat membuat rekor dunia di babak eliminasi Olimpiade pada 6 Agustus 2024 dengan catatan 4,75 detik, dia justru takluk dari Wu Peng.
Nah, akhirnya Veddriq melawan Wu Peng di laga final. Wu Peng di Lane A, dan Veddriq di Lane B.
Memanjat dinding setinggi 15 meter dengan kemiringan 5 derajat, Veddriq berhasil membukukan catatan waktu 4,75 detik, sedangkan Wu Peng dengan 4,77 detik.
Maka, Veddriq menjadi juara panjat tebing nomor men's speed Olimpiade Paris 2024 yang pertama kali dilombakan.
Pada Olimpiade Tokyo 2020, cabor panjat tebing hanya menandingkan satu nomor. Yakni nomor gabungan boulder, lead, speed.
Sedangkan pada Olimpiade Paris 2024 ada dua nomor. Yakni nomor boulder-lead, dan nomor speed. ***
Editor : Y. Raharyo