BALIEXPRESS.ID - Pelatih Bali United, Stefano Cugurra cukup berani mengambil resiko di lanjutan Liga 1 pekan ke-3 di Stadion Batakan saat melawan Borneo FC, Selasa 27 Agustus 2024.
Di laga ini, strategi yang diterapkan Stefano Cugurra berhasil dimentahkan oleh pasukan Pieter Huistra yang diperankan oleh Stefano Lilipaly dkk di kubu tuan rumah.
Alhasil, Ricky Fajrin dkk mendapat malu dengan kekalahan 0-2 oleh musuh bebuyutannya tersebut.
Kekalahan ini sekaligus menambah rentetan hasil buruk dari dua musim sebelummya dimana Serdadu Tridatu selalu kewalahan menghadapi Borneo FC.
Di babak pertama, coach Teco Cugurra menerapkan defensif football dengan menumpuk banyak pemain di lini belakang.
Bahkan, Brandon Wilson yang berposisi sebagai gelandang bertahan mendapat tugas baru sebagai seorang libero.
Formasi ini cukup efektif, namun sayang kelengahan jelang babak pertama berakhir menghasilkan celah yang dimanfaatkan oleh tuan rumah.
Lewat sepak pojok, Nduwarugira berhasil menanduk bola ke gawang.
Di babak kedua, Teco Cugurra menyadari jika terus menerapkan formasi tersebut, gol yang diharapkan tidak muncul.
Pada akhirnya, Teco kemudian merubah formasi ke mode menyerang dengan menerapkan formasi 4-3-3.
Kenzo Nambu dan Irfan Jaya dimasukkan di awal babak kedua, serta Brandon Wilson kembali ke posisi awalnya.
Hasilnya cukup efektif dalam memberikan tekanan di lini pertahanan Pesut Etam.
Sayangnya, formasi ini meninggalkan lubang yang cukup besar karena mampu dieksploitasi oleh lini serang Borneo.
Hasilnya, tuan rumah menciptakan gol kedua lewat sontekan Mariano Peralta di menit 73 yang berdiri tanpa kawalan di depan gawang.
Intensitas serangan Bali United di babak kedua cukup tinggi namun sayangnya tak berbuah hasil. Gol yang diharapkan tak juga datang hingga peluit panjang dibunyikan.
Sehingga, Serdadu Tridatu pulang dengan tangan hampa dari Stadion Batakan. ***
Editor : I Putu Suyatra