BALIEXPRESS.ID - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), akhirnya buka suara mengenai alasan mengapa bek muda Elkan Baggott tidak lagi dipanggil untuk memperkuat tim nasional.
Setelah tidak memenuhi panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23 di ajang play-off Olimpiade Paris 2024, Elkan Baggott tidak lagi masuk dalam daftar pemain yang dipanggil oleh STY.
Hal ini memicu spekulasi bahwa pelatih asal Korea Selatan itu kecewa terhadap sikap Elkan yang enggan membela Garuda Muda.
Padahal, saat itu Timnas U23 krisis bek dan sangat membutuhkan tambahan bek lantaran Justin Hubner sudah harus kembali ke klubnya, Cerezo Osaka selepas Piala Asia U23, dan Rizki Ridho tidak bisa dimainkan karena menjalani hukuman karena kartu merah di Piala Asia U23.
Padahal, saat itu kompetisi di Liga Inggris sudah akhir musim. Sehingga Elkan Baggott yang saat itu dipinjamkan Ipswich Town ke klub kasta ketiga Liga Inggris, Bristol Rovers, sudah dalam kondisi bebas dari pertandingan.
Parahnya, tidak memenuhi panggilan Timnas U23, Elkan malah mengunggah foto bersama kekasihnya sedang liburan ke Maladewa di akun instagramnya.
"Kita tahu ada masalah yang selalu dipertanyakan tentang Elkan. Sebenarnya, masalahnya apa? Supaya ini selesai dan tidak lagi jadi pertanyaan dari para suporter," ujar Arya dalam sebuah wawancara di kanal YouTube PSSI, Rabu, 5 September 2024.
Awalnya, STY tampak enggan membahas masalah ini dan menyebutnya sebagai topik sensitif.
"Memang ini hal yang sangat sensitif untuk dibahas," kata STY.
Ia bahkan menyarankan agar Elkan sendiri yang memberi penjelasan. "Mungkin lebih baik Elkan yang berbicara langsung dari dia. Itu lebih masuk akal," tambahnya.
Namun, Arya tetap mendesak klarifikasi lebih lanjut mengingat PSSI terus mendapat pertanyaan dari publik mengenai keputusan STY untuk tidak memanggil Elkan.
"PSSI selalu diminta untuk menanyakan kepada coach Shin. Kita selalu mengatakan bahwa itu adalah kewenangan coach, dan kita tidak akan campur tangan," ujar Arya.
Menanggapi hal tersebut, STY akhirnya menjelaskan bahwa tidak dipanggilnya Elkan ke Timnas Indonesia berkaitan dengan masalah tanggung jawab.
Ia mengungkapkan bahwa pemain yang mengenakan lambang Garuda di dada harus benar-benar memiliki rasa tanggung jawab dan tidak boleh mengecewakan suporter.
STY tampaknya mengacu pada ketidakhadiran Elkan dalam skuad U-23 sebagai bentuk kekecewaannya terhadap sang pemain.
"Memang semua wewenang ada di saya. Tetapi, sebagai pelatih kepala timnas Indonesia, saya anggap kalau mau jadi pemain timnas Indonesia, mengenakan lambang Garuda di dada, itu harus benar-benar bertanggung jawab dan tidak boleh mengecewakan masyarakat dan suporter," tegas STY.
Dengan pernyataan ini, STY seakan menegaskan bahwa komitmen dan dedikasi menjadi kunci bagi seorang pemain yang ingin memperkuat Timnas Indonesia.
Sementara itu, nasib Elkan Baggott di masa depan bersama Timnas Indonesia masih menjadi tanda tanya, terutama jika masalah ini tidak segera diselesaikan. ***