Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Miliano Jonathans Dinaturalisasi, 3 Anak Emas Shin Tae-yong Bisa Tersingkir dari Line Up Timnas Indonesia

Y. Raharyo • Jumat, 27 September 2024 | 02:15 WIB
Marselino Ferdinan (kiri) dan Miliano Jonathans.
Marselino Ferdinan (kiri) dan Miliano Jonathans.

BALIEXPRESS.ID - Sejumlah pemain andalan Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong, bisa terancam posisinya jika Miliano Jonathans dinaturalisasi.

Pemain Vitesse Arnhem asal Belanda ini memiliki fleksibilitas yang luar biasa di lapangan dan bisa ditempatkan di beberapa posisi kunci dalam skema permainan Shin Tae-yong.

Dia juga bisa menjadi opsi di lini serang Timnas Indonesia yang masih kurang tajam. Apalagi, di musim ini, dia cukup tajam.

Miliano Jonathans, yang saat ini berusia 20 tahun, sudah memiliki pengalaman bermain selama empat musim bersama tim utama Vitesse Arnhem.

Tiga musim dihabiskannya di Eredivisie, kasta tertinggi Liga Belanda, sebelum Vitesse terdegradasi ke Eerste Divisie untuk musim 2024/2025.

Di musim ini, Miliano telah tampil dalam tujuh pertandingan dan mencetak tiga gol serta satu assist, menjadi salah satu pemain yang konsisten di lini serang timnya.

Penampilannya di Eerste Divisie juga jauh lebih produktif dibandingkan pemain Timnas Indonesia Rafael Struick, yang bermain untuk ADO Den Haag sebelum pindah ke Brisbane Roar di Liga Australia.

Pada musim 2024/2025, Struick baru tampil dalam tiga laga tanpa mencetak gol, sementara Miliano sudah menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol ke gawang VVV Venlo, AZ Alkmaar U21, dan FC Emmen, serta memberikan satu assist saat melawan Excelsior.

Miliano memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas posisi. Meskipun lebih sering bermain di sayap kanan, ia juga mampu berperan sebagai gelandang serang, sayap kiri, hingga penyerang tengah.

Dalam kariernya bersama Vitesse, pemain bertinggi 1,8 meter ini telah tampil sebanyak 31 kali sebagai sayap kanan, 16 kali sebagai gelandang serang, lima kali sebagai sayap kiri, dan beberapa kali sebagai gelandang kanan dan tengah.

Pada tujuh laga musim 2024/2025, lima di antaranya ia mainkan sebagai sayap kanan, dan dua lainnya sebagai gelandang serang.

Miliano mengungkapkan bahwa dirinya lebih suka bermain menyerang daripada bertahan, membuatnya cocok dengan gaya permainan ofensif Shin Tae-yong.

"Saya lebih suka menyerang," katanya dalam wawancara podcast dengan Yussa Nugraha, 26 September 2024. 

Kualitasnya yang serba bisa ini memungkinkan dia menjadi ancaman nyata bagi beberapa pemain kunci di Timnas Indonesia.

Posisi Marselino Ferdinan sebagai gelandang serang bisa terancam dengan kemampuan Miliano yang juga andal di posisi tersebut. Apalagi, Marselino tidak mendapat menit bermain yang cukup sejak di klub Belgia, KMSK Deinze, bahkan belum mendapat debut di Oxford United, klub kasta kedua Liga Inggris.  

Begitu juga dengan Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman yang kerap berperan di sayap kanan, bisa jadi tergeser bila Miliano hadir di Timnas Indonesia.

"Sayap kanan posisi yang paling saya senangi," ungkap Miliano, yang juga dikenal memiliki kaki kiri yang dominan.

Ketika ditanya tentang kemungkinan membela Timnas Indonesia, Miliano menyatakan keterbukaannya untuk menjadi bagian dari skuad Garuda.

"Itu kehormatan besar. Tentunya aku terbuka untuk itu," ujarnya.

Jika Miliano dinaturalisasi, persaingan di Timnas Indonesia bisa semakin ketat, terutama di posisi sayap dan gelandang serang, dengan kehadirannya yang memiliki statistik lebih menonjol dibandingkan beberapa anak emas Shin Tae-yong saat ini. ***

Editor : Y. Raharyo
#timnas indonesia #miliano jonathans #Marselino Ferdinan #pemain keturunan #naturalisasi