BALIEXPRESS.ID - Nama Hifni Hasan tiba-tiba ramai jadi perbincangan warganet. Ini setelah pernyataan kontroversialnya seputar naturalisasi pemain sepak bola. Profil Hifni Hasan pun kini banyak dicari publik.
Hifni Hasan baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah menyampaikan pernyataan kontroversial terkait pemain naturalisasi di Timnas Indonesia.
Saat menghadiri acara Santini Jebreeetmedia Awards 2024, Kamis malam (27/9/2024) dia meminta pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, untuk tidak terlalu banyak membawa pemain naturalisasi ke tim.
Dia juga mengaku ketika mengkritik soal naturalisasi akan mendapat serangan dari ratusan ribu buzzer.
Pernyataan ini memicu reaksi keras dari netizen, yang merasa bahwa pemain naturalisasi, khususnya yang memiliki darah Indonesia, juga berhak membela Timnas.
Tidak itu saja, mereka yang mencintai Timnas Indonesia bukanlah buzzer Shin Tae yong.
Lantas, siapa sebetulnya Hufni Hasan? Dilansir dari berbagai sumber, diketahui bahwa Hifni adalah seorang pelaku olahraga dan hukum di Indonesia, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua II Pengurus Besar Modern Pentathlon Indonesia dan anggota Komisi Bidang Hukum di Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI).
Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Plt Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia saat dipimpin oleh Rita Subowo.
Hifni Hasan memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang hukum dan olahraga.
Ia adalah seorang sarjana hukum dan master hukum, serta memiliki gelar master manajemen olahraga di luar negeri.
Dia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD 47 Kota Jambi (1976), melanjutkan ke SMP 7 Jambi (1980), dan kemudian ke SMAN 1 Kota Jambi (1983). Gelar Sarjana Hukum diraihnya dari Universitas Jambi (1987), dan ia melanjutkan studi di Lausanne, Swiss, untuk mendapatkan Master Sport Management (2013).
Di bidang politik, Hifni Hasan pernah mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Demokrat pada Pemilu 2019 dengan nomor urut 4 di Dapil Jakarta III, tetapi tidak berhasil meraih kursi DPR alias gagal.
Dia hanya meraih 4.417 suara dari dapil yang meliputi Kab. Administrasi Kepulauan Seribu, Kodya Jakarta Barat, dan Kodya Jakarta Utara.
Caleg demokrat yang lolos adalah H. Santoso dengan 34.449. Total, Demokrat meraih 133.666 suara.
Dalam bidang olahraga, selain berperan sebagai pengurus, ia juga mengaku aktif bermain sepak bola, softball, hingga golf.
Ia juga pernah atau masih menjadi Staf Ahli Ketua Umum KONI dan terlibat dalam pembentukan KOI (NOC Indonesia), di mana ia menjadi Wakil Sekjen pertama dan Sekjen kedua setelah Timbul Thomas Lubis.
Dia memiliki akun instagram @hifnihasan68 dan Facebook Hifni Hasan yang saat ini digeruduk netizen. ***
Editor : Y. Raharyo