BALIEXPRESS.ID - Tijjani dan Eliano Reijnders, dua bersaudara yang memiliki darah Indonesia, kini membela timnas yang berbeda.
Tijjani, yang menjadi bintang AC Milan, memilih memperkuat timnas Belanda, sementara adiknya, Eliano, memutuskan untuk membela Timnas Indonesia.
Menjelang laga Indonesia melawan Jepang, Tijjani menyampaikan pesan motivasi untuk Eliano.
Ia berharap adiknya bisa membawa Timnas Garuda lolos ke Piala Dunia, sebuah impian besar bagi keduanya.
"Dia bilang kepada saya, 'Pergi ke Piala Dunia, siapa tahu kita bisa bertanding satu sama lain. Belanda melawan Indonesia.' Jadi, ya, saya berharap kita berhasil lolos," ungkap Eliano dilansir dari Jawa Pos.
ndonesia akan berhadapan dengan Jepang pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Grup C yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (15/11) malam.
Eliano, yang juga antusias menanti debutnya di stadion berkapasitas 60 ribu penonton ini, mengaku tak sabar untuk merasakan dukungan penuh suporter di GBK.
"Saya sangat menantikan ini, karena stadionnya luar biasa besar," ujarnya penuh semangat.
Tijjani memiliki peran penting dalam perjalanan Eliano memutuskan membela Timnas Indonesia.
Ketika berbicara dengan kakaknya, Eliano mendapat dorongan untuk memilih Indonesia sebagai negara yang ia bela.
"Tentu saja saya berdiskusi dengannya sebelum memutuskan. Dia bilang, kalau saya ingin bermain untuk Indonesia, lakukanlah, karena itu negara yang indah," ucap pemain PEC Zwolle itu.
Eliano baru resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 30 September dan menjalani debut pertamanya bersama Timnas Indonesia pada laga melawan Bahrain di kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 10 Oktober.
Fenomena saudara yang membela timnas berbeda ini tak hanya unik dalam kasus Eliano dan Tijjani Reijnders, tetapi juga terlihat pada pesepak bola lain seperti Inaki dan Nico Williams (Ghana dan Spanyol), Jerome dan Kevin-Prince Boateng (Jerman dan Ghana), serta Granit dan Taulant Xhaka (Swiss dan Albania).
Editor : Nyoman Suarna