Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Media Korea Selatan Singgung Kisruh Shin Tae-yong, Sebut Ekspetasi Fans Timnas Indonesia Terlalu Berlebihan

I Dewa Made Krisna Pradipta • Selasa, 19 November 2024 | 18:56 WIB
Media Korea Selatan menyinggung tuntutan mundur Shin Tae-yong oleh sebagian fans Timnas Indonesia.
Media Korea Selatan menyinggung tuntutan mundur Shin Tae-yong oleh sebagian fans Timnas Indonesia.

 


BALIEXPRESS.ID - Jelang Timnas Indonesia berhadapan dengan Arab Saudi, muncul berita jika media lokal Korea Selatan turut mengomentari sepakbola Indonesia.


Terutama paska asuhan Shin Tae-yong dibekap 0-4 oleh Timnas Jepang pada 15 November 2024 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan.


Media Korea Selatan, Naver Sports yang dilansir dari unggahan Instagram @info_sepakbolaidn mengatakan Indonesia dikalahkan Jepang yang merupakan peserta terkuat di grup C dengan skor 0-4.


"Pada beberapa aspek, ini adalah hasil yang wajar. Namun karena ekspektasi yang ditanamkan kepada pelatih Shin Tae-yong, opini negatif publik pun terbentuk," tulis Naver.


Bahkan Naver mengatakan Shin Tae-yong datang sebagai 'penyelamat' Timnas Indonesia.


"Ini yang pertama dalam sejarah Indonesia lolos putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia,"

"Saat pelatih Shin Tae-yong datang, Indonesia berada dalam hegemoni Vietnam dan Thailand di Asia Tenggara," tambah Naver.


"Namun di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong, Indonesia telah naik ke peringkat negara-negara besar di Asia Tenggara,"

 

"Dan seringkali setara dengan negara-negara besar Asia," sambungnya.


Sebelumnya sebagian fans Timnas Indonesia sempat hilang respect dengan Shin Tae-yong usai laga melawan Jepang.


Bukan karena kalah, melainkan karena Shin Tae-yong dinilai minim taktik dan mengedepankan ego personal.


Coach Shin dinilai lebih memilih 'pemain emas' ketimbang memasukkan Eliano Reijnders dalam skema.


Anak emas yang dimaksud adalah Pratama Arhan, serta Marselino Ferdinan.

 

Padahal kedua pemain lokal Indonesia itu menjadi cadangan mati di klub masing-masing.


Sedangkan Eliano Reijnders kerap bermain reguler di Eredivisie.

Kabarnya, Eliano belum memikat hati Shin Tae-yong karena beberapa aspek, salah satunya Eliano kurang dalam hal bertahan berdasarkan statistiknya di FC Zwolle.


Sementara Shin Tae-yong selama ini lebih banyak menerapkan strategi defense to counter. (*)

Wisnu Sabdono Putro, Ketua DPRD Kota Jogja
Wisnu Sabdono Putro, Ketua DPRD Kota Jogja
Editor : I Dewa Made Krisna Pradipta
#korea selatan #timnas indonesia #ekspetasi #Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia #stadion utama gelora bung karno #shin tae-yong