BALIEXPRESS.ID - Bola panas antara suporter Bali United dengan manajemen serta pelatih Stefano Cugurra terus bergulir. Pasca rentetan hasil buruk, suporter kini mulai skeptis dengan Serdadu Tridatu.
Suporter menganggap manajemen Bali United buta dan tuli karena tidak mengindahkan keinginan suporter. Terutama tuntutan kepada pelatih Stefano Cugurra yang diharapkan segera mundur dari jabatannya.
Hal itu karena hasil buruk di beberapa pertandingan serta gaya bermain tim yang monoton dari pekan ke pekan. Hal itu pun membuat muak suporter.
Mereka juga menyuarakan boikot laga kandang Serdadu Tridatu. Hal ini dilakukan agar manajemen jera dengan berkurangnya kuantitas suporter yang hadir di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Terbaru, saat pekan ke-16 Liga 1 2024/2025 mendatang atau pada Sabtu 28 Desember 2024, suporter bahkan berharap kepada Bonek -julukan pendukung Persebaya Surabaya membanjiri stadion termegah di Bali tersebut.
Fakta itu terkuak ketika akun Instagram Bali United merilis tiket offline pertandingan ke publik pada Senin 23 Desember 2024 malam.
"Teruntuk Bonek bisa ramaikan stadion mohon bentangkan poster berisikan tulisan teco out dan suara kan suara kami sudah tidak dianggap oleh manajemen dan pelatih, terima kasih," tulis akun @ditzzprtma1.
"Silahkan bonek bisa ramaikan stadion. Dan kalahkan Bali. Semoga bisa membantu kami biar #tecoout," tulis akun @kaildatoek.
"Silahkan bonek dan mania dan bonita datang penuhkan stadion dipta. Kami suporter dewata izinkan," tulis akun @sandiiartha_
Selain itu, para fans online Persebaya Surabaya juga sudah tak sabar ingin datang untuk menghijaukan Stadion Dipta.
Sebenarnya seruan boikot Stadion Dipta sudah menyeruak sejak musim lalu. Semeton Dewata merasa sudah muak dengan permainan punggawa Bali United yang monoton di bawah arahan Stefano Cugurra. (*)