BALIEXPRESS.ID - Marc Klok, gelandang andalan Persib Bandung, membuat pengakuan mengejutkan terkait hubungannya dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY).
Dalam wawancara eksklusif dengan ESPN Belanda, Jumat (10/1), Klok menyebutkan bahwa konflik personal dengan STY menjadi alasan dirinya tak lagi dipanggil ke Timnas.
"Dia Tidak Terima Masukan dan Merasa Di Atas Tim"
Klok secara terang-terangan mengungkapkan pandangannya terhadap kepemimpinan Shin Tae-yong.
Menurut pemain berusia 31 tahun itu, STY memiliki sikap otoriter dan sulit menerima masukan dari pemain.
"Dia (STY) tidak terima masukan dan merasa di atas tim," ujar Klok.
Konflik tersebut memuncak setelah Klok mencoba berdiskusi mengenai strategi permainan.
Alih-alih mendapatkan respons positif, Klok merasa bahwa usahanya berdialog justru membuatnya tersingkir dari daftar pemain.
"Kalau Anda coba berdiskusi dengannya, nama Anda bisa dicoret. Itu yang membuat saya keluar," imbuh Klok.
Awal Kejayaan hingga Terdepak dari Timnas
Marc Klok pertama kali bergabung dengan Timnas Indonesia pada 2022 di bawah kepelatihan Shin Tae-yong.
Pada awalnya, Klok menjadi pemain andalan di lini tengah. Namun, setelah Piala Asia 2023, perannya mulai meredup.
Laga terakhir Klok bersama Timnas Indonesia terjadi pada 21 Maret 2023, saat melawan Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Setelah itu, namanya tak lagi masuk dalam daftar pemain yang dipanggil ke skuad senior.
Kendala Bahasa dan Pujian untuk STY
Klok juga menyebut kendala bahasa sebagai salah satu pemicu ketegangan antara STY dan para pemain.
Namun, di balik kritiknya, Klok tetap mengapresiasi pencapaian Shin Tae-yong selama hampir lima tahun menukangi Timnas Indonesia.
"Banyak masyarakat Indonesia memuji Shin Tae-yong karena berhasil mencapai banyak hal dalam mengembangkan sepak bola di negara ini," kata Klok.
Shin Tae-yong Resmi Digantikan Patrick Kluivert
Kontroversi ini muncul bersamaan dengan kabar pemecatan Shin Tae-yong oleh PSSI pada Senin (6/1).
Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat pencapaian STY dalam membangun pondasi Timnas Indonesia.
Posisinya kini digantikan oleh Patrick Kluivert, mantan pemain Barcelona dan legenda sepak bola Belanda.
Penunjukan Kluivert sebagai pelatih baru diumumkan secara resmi pada Rabu (8/1) melalui media sosial dan laman resmi PSSI.
Dengan konflik internal seperti ini, publik sepak bola Indonesia kini menantikan bagaimana era baru di bawah Patrick Kluivert akan membawa perubahan bagi Timnas.
Apakah kehadirannya mampu memadamkan bara konflik yang selama ini tersembunyi? Hanya waktu yang akan menjawab. ***
Editor : I Putu Suyatra