BALIEXPRESS.ID - Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Indonesia vs Australia di Sydney, Rabu (20/3/2025) sore, berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi Timnas Garuda.
Alih-alih membawa pulang poin, Timnas Indonesia justru tumbang dengan skor telak 1-5!
Babak Pertama: Mimpi Buruk Timnas Indonesia
Sejak menit awal, Australia langsung menekan. Hanya dalam dua menit, gawang Maarten Paes kebobolan dua gol berturut-turut!
Belum sempat bangkit, gawang Indonesia kembali bergetar di menit ke-30, membuat skor 3-0 untuk Australia di babak pertama.
Sempat ada harapan ketika Indonesia mendapat hadiah penalti.
Namun, Kevin Diks yang dipercaya sebagai eksekutor justru gagal total! Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Indonesia malah semakin terpuruk.
Kebijakan Patrick Kluivert Disorot Netizen
Keputusan Patrick Kluivert yang hanya memasang empat bek tanpa skema pertahanan solid seperti era Shin Tae Yong menjadi sorotan tajam.
Baca Juga: Gelar BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H, BRI Tawarkan Promo Menarik dan Sembako Murah bagi Masyarakat
Australia justru meniru taktik lima bek ala STY, yang justru mempersulit Indonesia untuk menembus pertahanan mereka.
Keputusan ini membuat netizen murka! Komentar di media sosial ramai dengan seruan "Kembalikan Shin Tae Yong!"
"STY: Masih enak jamanku, toh?" tulis seorang netizen.
"PSSI lagi-lagi bikin blunder, kenapa pelatih diubah di saat krusial?" tambah yang lain.
Bahkan, menariknya, Shin Tae Yong diketahui menggelar acara nonton bareng di Jakarta, yang justru lebih ramai dari stadion GBK!
Harga tiket nobar dengan STY bahkan disebut lebih mahal dari tiket menonton langsung di stadion.
Babak Kedua: Harapan yang Sia-Sia
Masuk ke babak kedua, Indonesia tetap kesulitan menghadapi tekanan Australia. Tim tuan rumah menambah dua gol lagi, sementara Timnas Garuda hanya mampu membalas satu gol hiburan.
Skor akhir 1-5 untuk kemenangan Australia!
Hasil ini semakin menegaskan bahwa keputusan mengganti Shin Tae Yong di tengah jalannya kualifikasi menjadi bumerang bagi Indonesia.
Akankah PSSI kembali mempertimbangkan STY setelah kekalahan memalukan ini? ***
Editor : I Putu Suyatra