BALIEXPRESS,ID - Jakarta akan menjadi saksi apakah Timnas Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan atau justru kembali mengulang kesalahan yang sama. Pemain Timnas, Marselino Ferdinan pun buka-bukaan soal chamistry antara pemain jelang laga.
Setelah kekalahan telak 1-5 dari Australia di Sydney, skuad Garuda kini menghadapi ujian berat saat menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (25/3) pukul 20.45 WIB.
Tak Boleh Lagi Terjadi! Kesalahan Fatal di Sydney Jadi Pelajaran Berharga
Patrick Kluivert dan anak asuhnya kini dihadapkan pada kenyataan bahwa kesalahan kecil bisa berujung petaka.
Blunder individu, lemahnya duel udara, serta kurangnya kreativitas serangan menjadi faktor utama kekalahan menyakitkan di Sydney.
Dari kecerobohan Nathan Tjoe-A-On, "assist" tak sengaja Thom Haye, hingga dua gol set-piece yang memperdaya enam pemain bertahan Indonesia, semua itu tak boleh terulang di Jakarta.
Mentalitas tim juga menjadi sorotan. Gagalnya penalti Kevin Diks menjadi titik balik yang menghidupkan semangat Australia.
Martin Boyle yang sukses mengeksekusi penalti untuk Socceroos langsung membangkitkan kepercayaan diri tim tuan rumah, membuat Indonesia semakin tertekan.
Efektivitas Serangan Jadi Kunci
Kendati menguasai 60% bola, Indonesia hanya mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dari 11 percobaan.
Statistik ini menunjukkan bahwa dominasi penguasaan bola tak ada artinya tanpa peluang matang.
Sebaliknya, Australia justru bermain lebih efektif dengan sembilan tembakan yang lima di antaranya berbuah gol.
"Mungkin kita tahu bahwa chemistry tidak bisa dibangun dalam satu atau dua hari. Kita evaluasi hasil sebelumnya, dan kita akan mati-matian melawan Bahrain untuk mendapatkan tiga poin," ujar Marselino Ferdinan dalam konferensi pers pra-laga.
Idzes-Ridho: Duet Baru di Lini Pertahanan?
Rotasi pemain menjadi kemungkinan besar setelah strategi awal Kluivert tak berjalan sesuai rencana di Sydney. Rizky Ridho diprediksi akan menggantikan Mees Hilgers yang mengalami cedera pangkal paha dan harus kembali ke klubnya, FC Twente.
Duet Jay Idzes dan Ridho mendapat dukungan dari fans, mengingat keduanya memiliki catatan lebih baik dibandingkan kombinasi Idzes-Hilgers yang belum pernah membawa Indonesia meraih kemenangan sebagai starter.
Kemenangan Jadi Harga Mati
Laga melawan Bahrain bukan hanya sekadar pertandingan biasa, tetapi juga ajang pembuktian bagi Kluivert dan tim.
Kemenangan tak hanya menjaga asa Garuda menuju Piala Dunia 2026, tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri setelah hasil buruk di Sydney. ***
Editor : I Putu Suyatra