Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kaki Gemetar, Nafas Tertahan: Pengakuan Jujur Evandra Florasta di Balik Gol Penentu Kemenangan Timnas Indonesia U-17!

I Putu Suyatra • Sabtu, 5 April 2025 | 16:35 WIB

Evandra Florasta
Evandra Florasta

BALIEXPRESS.ID - Di balik sorak sorai kemenangan Timnas Indonesia U-17 atas raksasa Asia, Korea Selatan, di laga pembuka Piala Asia U-17 2025, tersimpan sebuah pengakuan jujur yang menambah dramatisnya momen bersejarah tersebut.

Adalah Evandra Florasta, sang gelandang muda yang tampil sebagai pahlawan dengan gol tunggalnya, mengungkapkan betapa hebatnya gejolak emosi yang ia rasakan saat berdiri di titik putih.

Momen krusial itu terjadi di menit ke-90+1, ketika wasit menunjuk titik penalti setelah bola menyentuh tangan pemain Korea Selatan di kotak terlarang.

Baca Juga: Usai Skandal Perselingkuhan, Cuitan Lawas Ridwan Kamil Jadi Sorotan, Dinilai Mesum

Beban berat seketika berada di pundak Evandra. Kesempatan emas untuk mengamankan tiga poin perdana sekaligus memberikan kejutan besar bagi persepakbolaan Asia.

Namun, di balik tatapan mata yang berusaha terlihat tenang, ternyata ada badai emosi yang berkecamuk.

"'Perasaan saya sendiri yang menendang sangat deg-deg an, gemetar aslinya. Tapi di situ saya berusaha menenangkan diri dan tarik napas,'" ungkap Evandra melalui rekaman audio yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/4).

Pengakuan polos dari pemain kelahiran Malang ini memberikan gambaran betapa besar tekanan yang ia rasakan di momen genting tersebut.

Baca Juga: Profil Evandra Florasta: Bocah Ajaib dari Malang ke Panggung Asia, Bintang Timnas Indonesia U-17 Penghancur Mimpi Korea Selatan

Upaya Evandra untuk menenangkan diri dengan menarik napas dalam-dalam ternyata belum cukup untuk menaklukkan sepenuhnya rasa gugupnya.

Bola hasil tendangan kaki kirinya berhasil dibaca dengan baik oleh kiper Korea Selatan, Park Dohun, dan ditepis keluar.

Jantung para suporter Indonesia yang menyaksikan pertandingan seolah berhenti berdetak.

Namun, di sinilah mentalitas seorang pejuang sejati terlihat. Evandra tak membiarkan kegagalan menghantuinya.

Dengan reflek cepat dan insting gol yang tajam, ia langsung mengejar bola rebound.

Tanpa ragu sedikit pun, ia melepaskan tembakan keras yang kali ini tak mampu dijangkau oleh Park Dohun. Bola bersarang di gawang Korea Selatan, dan ledakan kegembiraan pun tak terhindarkan.

"'Saya lihat itu tidak gol dan itu saya cepat-cepat cari bola lagi dan alhamdulillahnya bolanya menuju saya lagi. Saya nendang dan akhirnya gol," lanjut Evandra, menceritakan kembali detik-detik menegangkan yang berujung pada gol kemenangan yang akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola usia muda Indonesia.

Pengakuan jujur Evandra tentang kaki yang "gemetar" semakin memperkuat kesan heroik dari gol tersebut.

Baca Juga: Profil I Putu Panji Apriawan, Pemain Muda Asal Bali: Jenderal Lini Belakang di Balik Sejarah Garuda Muda Tundukkan Korea Selatan

Di bawah tekanan besar, di momen yang menentukan, seorang pemain muda mampu mengatasi rasa gugupnya dan justru menjadi penentu kemenangan atas tim sekelas Korea Selatan.

Kemenangan 1-0 ini bukan hanya sekadar angka di papan skor, tetapi juga cerminan dari mentalitas baja dan semangat pantang menyerah Garuda Muda.

Statistik pertandingan menunjukkan betapa dominannya Korea Selatan dalam penguasaan bola (68%) dan jumlah tembakan (21).

Namun, efektivitas dan ketenangan Indonesia, terutama di momen krusial penalti yang dieksekusi (dengan segala ketegangannya) oleh Evandra, menjadi kunci kemenangan.

Baca Juga: Pelanggaran Nyepi di Jembrana; Gubernur Koster Akan Temui MUI, Selesaikan Masalah Tanpa Masalah

Dua tembakan tepat sasaran Indonesia di laga tersebut, keduanya lahir dari kaki Evandra: sebuah drama penalti yang nyaris gagal, dan sebuah rebound yang berbuah gol bersejarah.

Kini, dengan tiga poin di tangan, Timnas Indonesia U-17 bersiap menghadapi laga kedua melawan Yaman.

Kemenangan atas Korea Selatan, dengan segala drama dan ketegangan emosional yang menyertainya, tentu akan menjadi modal berharga untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.

Kisah tentang kaki yang gemetar namun tetap berhasil menaklukkan lawan akan menjadi inspirasi bagi seluruh pemain muda Indonesia. *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#korea selatan #Piala Asia U-17 #Timnas Indonesia U-17 #Evandra Florasta