Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bidik Emas Porprov 2025, Atlet Aeromodeling Klungkung Intensifkan Latihan di Dua Lokasi

I Dewa Gede Rastana • Minggu, 6 April 2025 | 18:45 WIB
LATIHAN : Latihan atlet aeromodeling dan drone racing Klungkung
LATIHAN : Latihan atlet aeromodeling dan drone racing Klungkung

BALIEXPRESS.ID – Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025, para atlet aeromodeling dan drone racing Klungkung terus mengasah kemampuan mereka melalui latihan intensif yang digelar rutin di dua lokasi, yakni area Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Gunaksa dan kawasan Renon, Denpasar.

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kabupaten Klungkung, Made Arya Satya Negara menegaskan, pihaknya menargetkan raihan medali emas di sejumlah nomor, khususnya pylon race dan drone racing. Guna mencapai target tersebut, latihan teknis dilakukan dua kali dalam sepekan dengan fokus pada kecepatan, ketepatan, dan penguasaan lintasan.

"Latihan kami sesuaikan dengan regulasi pertandingan, mulai dari ukuran pesawat, voltase baterai, hingga jumlah sel yang digunakan. Kami menargetkan atlet bisa menyelesaikan 10 putaran dalam waktu seefisien mungkin," terang Arya saat ditemui Minggu (6/4/2025).

Ia mengakui, setiap unit pesawat memiliki karakter berbeda yang menuntut kecermatan atlet dalam melakukan setting atau penyetelan teknis. Bahkan sebagian besar pesawat merupakan hasil modifikasi atau rakitan sendiri, seperti jenis chuck glider maupun pesawat dengan sistem elektrik berteknologi tinggi.

Salah seorang atlet senior, I Nengah Marina, yang telah menggeluti dunia aeromodeling selama 15 tahun, menyebut konsistensi latihan menjadi kunci utama untuk meraih prestasi. Selama lima tahun terakhir, Marina aktif sebagai atlet kompetitif dan telah banyak mengikuti berbagai ajang kejuaraan.

"Setiap pesawat punya karakteristik yang berbeda. Atlet harus pintar menyesuaikan setting sesuai regulasi. Ini olahraga yang sangat teknis dan butuh ketelatenan," ucapnya.

Meski optimistis membidik medali emas, FASI Klungkung mengakui regenerasi atlet muda masih menjadi tantangan serius. Dukungan dari KONI Klungkung dinilai penting agar pembinaan atlet usia dini dapat lebih maksimal.

"Kami harap ada perhatian dari KONI untuk mendukung pembinaan atlet muda. Saat ini masih sangat minim, padahal potensi di Klungkung cukup besar," imbuh Arya.

 

 

Ia juga menyoroti masih terbatasnya ajang kompetisi nasional berskala besar untuk nomor aeromodeling. Namun demikian, kompetisi drone racing yang lebih rutin digelar menjadi ajang pemanasan sekaligus evaluasi rutin bagi atlet-atlet Klungkung dalam menjaga performa. (*)

 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#aeromodeling #atlet #Racing #drone #klungkung #Porprov