Laga Hidup Mati di Markas Bali United: Mampukah PSIS Semarang Bangkit dari Keterpurukan Tanpa Nakhoda?
I Putu Suyatra• Kamis, 1 Mei 2025 | 13:15 WIB
PSIS Semarang. (Dok. PSIS Semarang)
BALIEXPRESS.ID - Pekan ke-31 Liga 1 musim 2024-25 akan dibuka dengan pertandingan sengit antara tuan rumah Bali United dan tim tamu yang sedang terluka, PSIS Semarang.
Laga yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (1/5) malam ini diprediksi akan menjadi pertarungan emosional, terutama bagi Laskar Mahesa Jenar yang tengah berjuang mati-matian untuk keluar dari zona degradasi.
Pertandingan ini akan menjadi momen krusial bagi PSIS Semarang.
Terjebak di peringkat ke-17 dengan hanya mengumpulkan 25 poin dari 30 pertandingan, setiap laga tersisa bagaikan final.
Tekanan semakin besar mengingat PSIS baru saja ditinggal pelatih kepala mereka, Gilbert Agius, yang resmi berpisah dengan klub pada 29 April lalu akibat rentetan hasil negatif.
Manajemen PSIS Semarang secara terbuka mengungkapkan kekecewaan atas performa tim yang gagal meraih kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir.
Catatan minor ini kontras dengan kemenangan terakhir mereka atas PSBS Biak pada Januari lalu.
Dengan hanya mampu mencetak 26 gol dan menjadi tim dengan produktivitas gol terendah di Liga 1 musim ini, lini serang PSIS menjadi sorotan tajam.
Meskipun demikian, PSIS Semarang datang ke Bali dengan modal tekad yang membara.
Pelatih caretaker, Muhammad Ridwan, yang merupakan legenda hidup klub, diharapkan mampu membangkitkan semangat juang para pemain.
Kedekatannya dengan tim diyakini bisa menjadi kunci untuk meraih hasil positif di tengah situasi sulit ini.
Kemenangan atas Bali United akan menjadi angin segar bagi PSIS.
Tambahan tiga poin akan menyamai perolehan poin Semen Padang yang berada satu strip di atas zona degradasi, sekaligus membuka peluang untuk lolos dari jeratan Liga 2.
Namun, tugas berat menanti, mengingat PSIS wajib memaksimalkan tiga laga sisa lainnya.
Menariknya, PSIS Semarang memiliki kenangan manis saat bertemu Bali United di putaran pertama.
Septian David Maulana dan kolega berhasil menumbangkan Serdadu Tridatu dengan skor tipis 2-1 di kandang sendiri.
Gol dari Evandro Brandao dan Tri Setiawan menjadi penentu kemenangan yang sempat menjadi titik balik semangat tim di tengah inkonsistensi performa.