Mengejutkan! Mantan Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Turun Kasta Latih Barito Putera di Liga 2: Ada Apa Gerangan?
I Putu Suyatra• Rabu, 4 Juni 2025 | 02:25 WIB
Pemilik klub Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman berfoto bersama Stefano "Teco" Cugurra yang diunggah di akun Instagram pribadinya. (ANTARA/HO-Instagram)
BALIEXPRESS.ID – Sebuah kabar mengejutkan mengguncang jagat sepak bola Indonesia! Mantan Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, secara resmi diumumkan sebagai nahkoda baru Barito Putera, meski tim berjuluk Laskar Antasari ini akan berkompetisi di Liga 2 musim depan.
Pengumuman pelatih yang karib disapa Teco, ini sontak membuat heboh dan menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.
Akun Instagram resmi klub, @psbaritoputeraofficial, mengunggah kabar ini pada Senin (2/6), dengan penuh semangat: "Kapal besar tak takut gelombang. Dengan nakhoda berpengalaman, kami siap hadapi ombak Liga 2! Selamat datang Coach Teco, Mari Berjuang Bersama!"
Keputusan Teco untuk melatih Barito Putera menjadi tanda tanya besar.
Pasalnya, pelatih asal Brasil ini memiliki rekam jejak yang sangat mentereng di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Ia sukses membawa Bali United meraih dua gelar Liga 1 secara berturut-turut pada 2019 dan 2022.
Bahkan, sebelumnya ia juga berhasil mengantarkan Persija Jakarta menjadi juara Liga 1 pada 2018.
Barito Putera sendiri terdegradasi ke Liga 2 setelah finis di peringkat ke-17 Liga 1 musim 2024/2025.
Dengan kehadiran Teco, klub berharap besar pengalaman dan sentuhan magisnya dapat mengangkat performa tim, membawa mereka kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, dan bahkan meraih gelar juara.
Pemilik klub, Hasnuryadi Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, turut menyambut kedatangan Teco di akun Instagram pribadinya dengan tulisan, "Bismillah. Selamat datang Coach Teco."
Aturan Pelatih Asing di Liga 2: Akan Ada Perubahan?
Teco memang punya rekam jejak impresif. Selama enam tahun melatih Bali United, ia memimpin 150 pertandingan Liga 1 dengan gaya kepelatihan yang menekankan transisi cepat dan pengembangan pemain muda.
Namun, di balik kabar gembira ini, muncul satu kendala besar: aturan Liga 2 yang tidak memperbolehkan pelatih asing.
Dengan diumumkannya Teco di Barito Putera, ini berarti akan ada tuntutan besar untuk perubahan aturan demi mengakomodasi keputusan yang berani ini.
Akankah PSSI atau PT LIB mengeluarkan kebijakan khusus untuk mengakomodasi pelatih sekelas Teco di Liga 2? Atau Barito Putera punya strategi lain di balik layar?
Keputusan Teco ini jelas memicu rasa penasaran. Apa motivasi sebenarnya di balik langkah "turun kasta" ini?
Dan bagaimana nasib aturan pelatih asing di Liga 2 setelah kedatangan Teco? Kita tunggu saja kelanjutan drama menarik ini di sepak bola nasional! ***