BALIEXPRESS.ID-Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Jepang dengan skor mencolok 6-0 dalam laga persahabatan menjadi sorotan publik sepak bola nasional.
Pengamat dan komentator sepak bola, Bung Towel atau Taufik Jursal, turut memberikan komentarnya yang khas, campuran antara satir dan analisis serius.
Baca Juga: HARU! Demi Bertemu Dedi Mulyadi, Bocah Yatim Piatu Kayuh Sepeda Ratusan Kilometer
"Ini analisisnya kita mau mulai dari bercanda dulu, atau langsung serius nih?" buka Bung Towel dalam unggahan akun tiktok @NEWSUPDATE, mencoba mencairkan suasana.
"Kalau yang bercandanya, ya mungkin kita keberatan karena Rolex-nya kebesaran," lanjutnya sambil tertawa kecil, merujuk pada analogi satir soal level permainan yang terlalu tinggi.
Namun, setelah jeda singkat, Bung Towel segera beralih ke mode serius.
"Memang kalah kelas. Kalau ditanya apakah saya menyangka kalah enam gol? Tentu tidak. Saya pikir kita bakal kebobolan dua, paling mentok tiga. Tapi enam? Itu angka yang berat dicerna," jelasnya.
Menurut Bung Towel, skor telak ini bukan sekadar soal teknik di lapangan, tetapi mencerminkan realitas fundamental dalam pembangunan sepak bola nasional.
Baca Juga: Kecelakaan di Sunset Road, Mobil Tersangkut di Trotoar Akibat Keluar Jalur
"Inilah kebenaran sepak bola yang tidak terbantahkan. Jepang bisa sampai di kelas itu karena proses panjang yang mereka lalui secara konsisten dan berjenjang."
Ia melanjutkan dengan sebuah analogi menarik: "Kalau Jepang itu berhitung dari satu sampai sembilan, maka kita lewat akselerasi timnas Langsung lompat ke angka enam atau tujuh. Padahal fondasi kita di angka satu sampai lima belum kuat. Nah, gimana mau stabil?"
Tak hanya mengomentari skor dan proses, Bung Towel juga menyisipkan prediksi menarik terkait masa depan sepak bola Jepang.
"Catat ya, pelatih Jepang berikutnya setelah Moriyasu itu Makoto Hasebe. Dulu dia kapten Jepang, sekarang sudah jadi asisten pelatih. Polanya sama seperti 2018, Moriyasu naik setelah jadi asisten Akira Nishino. Jepang itu konsisten dalam membangun, dan punya identitas jelas mereka bermain dengan 'Japan Way'-nya."
Di akhir komentarnya, Bung Towel menegaskan: "Kita tadi menghadapi lawan yang sudah paham caranya berhitung dari dasar. Mereka sudah menghitung dari satu, dua, tiga, sampai sembilan. Kita? Masih loncat-loncat. Jadi, wajar kalau hari ini kita dikalahkan dan ini pelajaran yang sangat mahal."
Baca Juga: Polemik Mundurnya Petruk dari Drama Gong Lawas: Blauk Tegaskan Tak Ada Unsur Politik
Unggahan ini menuai komentar dari para netizen di media sosial.
“Beda bngt komen nya pas jama sty,” tulis akun @Othed_
“Towel paham jepang berproses begitu lama.. STY lagi berproses di protes,” tulis akun @Dum dum sitorus
“Dipaham tentang proses, tapi selalu memproses,” tulis akun @aji_susanto
Editor : Wiwin Meliana