BALIEXPRESS.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet bridge yunior asal Kabupaten Buleleng.
Dalam tiga kejuaraan bergengsi yang digelar di Denpasar, para atlet muda ini sukses mendominasi podium dan mempertegas posisi Buleleng sebagai salah satu kekuatan utama cabang olahraga bridge di Bali.
Tiga ajang yang menjadi panggung unjuk kemampuan tersebut yakni Caturmuka Cup, KONI Denpasar Cup, dan Wali Kota Cup XVI.
Baca Juga: Pansus I DPRD Karangasem Soroti Dugaan Permainan Kubikasi Galian C, Potensi Kebocoran Pajak
Seluruh pertandingan berlangsung pada 25–26 April 2026 di Aula BPMP Denpasar, kawasan Niti Mandala, Denpasar Timur, dan diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Bali.
Di tengah persaingan yang berlangsung ketat, kontingen Buleleng, khususnya pada kategori yunior U16, tampil konsisten dan penuh percaya diri.
Mereka mampu mengontrol permainan dengan strategi matang serta ketenangan yang jarang terlihat di usia muda.
Baca Juga: Pria Lansia di Jembrana Jadi Korban Tabrak Lari, Pelaku Diburu Polisi!
Puncak prestasi diraih pada ajang Walikota Cup XVI. Pasangan Ni Komang Anggita Sidhi Karang dan Ni Kadek Anindya Nariswari dari SMAN 3 Singaraja berhasil menyabet Juara 1 kategori U16.
Keduanya tampil solid sejak babak penyisihan hingga final, menunjukkan chemistry yang kuat serta kemampuan membaca permainan lawan dengan sangat baik.
Baca Juga: Astra Motor Racing Team Borong Podium di Mandalika Racing Series 2026 Ronde Pembuka
Dominasi Buleleng semakin terasa dengan keberhasilan pasangan Kadek Savana Felicia Dias dari SMPN 4 Singaraja yang berpasangan dengan Gede Gana Nareswarya dari SMAN 2 Singaraja.
Mereka sukses mengamankan posisi Juara 2 pada kategori yang sama. Hasil ini membuat podium U16 sepenuhnya dikuasai atlet asal Buleleng.
Tak hanya di kategori yunior, prestasi juga datang dari sektor umum. Pasangan Ni Kadek Oppi Swandari bersama Gede Raditya Manohara berhasil meraih penghargaan Best Mixed Nasional sekaligus Best Bali.
Capaian ini menjadi bukti bahwa kekuatan bridge Buleleng tidak hanya bertumpu pada pembinaan usia dini, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di level yang lebih luas.
Ketua Umum GABSI Buleleng, Made Nurija, menyampaikan apresiasi atas capaian para atlet. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan serta komitmen tinggi dari para atlet dan pelatih.
Menurutnya, konsistensi prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus berkembang.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga intensitas latihan, terutama bagi atlet yunior yang akan menghadapi ajang Porsenijar Bali dalam waktu dekat.
“Prestasi ini bukan akhir, tetapi awal untuk tantangan berikutnya. Kami berharap para atlet tetap fokus berlatih dan meningkatkan kualitas permainan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026). (*)
Editor : I Made Mertawan