BALIEXPRESS.ID- KONI Bangli mulai menggeber persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
Posisi Kabupaten Buleleng sebagai tuan rumah penyelenggaraan menjadikan tantangan logistik dan biaya akomodasi sebagai sorotan utama.
Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bangli, Achmad Agus Tahar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merancang kebutuhan anggaran sekitar Rp5,6 miliar demi mengamankan berbagai keperluan kontingen.
Baca Juga: 746 Hektare Sawah Tabanan Kekurangan Air, Petani Mulai Tunda Tanam Padi
Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan alokasi tahun 2025 yang berada di kisaran Rp3,2 miliar.
Lonjakan anggaran ini tak lepas dari kondisi fasilitas di Buleleng. Ketersediaan akomodasi yang didominasi oleh vila mengharuskan pihak KONI harus merancang anggaran lebih tinggi.
Penjajakan awal telah dilakukan untuk menyiasati biaya sewa. Perolehan anggaran yang lebih cepat diyakini mampu menghemat pengeluaran melalui pemesanan fasilitas lebih awal.
Baca Juga: Sehari Enam Kebakaran Terjadi di Buleleng, Warga Diminta Waspada
Kini, kepastian anggaran masih menunggu pemerintah. "Kalau bisa dapat anggaran lebih awal, kami bisa booking awal lebih murah. Kalau belakangan pasti lebih mahal," ujar Agus Tahar menjelaskan strategi efisiensi tersebut.
Terlepas dari belum adanya kepastian anggaran tersebut, program pembinaan atlet sebagai persiapan tetap berjalan.
Baca Juga: Kepercayaan Nasabah Dorong Penghimpunan Dana, DPK BRI Capai Rp1.580 Triliun dan Didominasi CASA
Tahapan awal difokuskan pada penguatan fisik secara umum untuk seluruh cabang olahraga (cabor).
Harapannya, fisik atlet sudah siap sebelum lanjut ke program latihan spesifik dari masing-masing cabor.
Selain menggenjot fisik, pengiriman kontingen Porprov kali ini tidak lagi berpaku pada sistem kuota.
Penilaian didasarkan pada progres serta kualitas riwayat tanding cabor lewat keikutsertaan event secara mandiri.
Hal itu kemudian menjadi acuan bidang prestasi bersama sport science.
Keterbatasan nomor tanding tidak menyurutkan ambisi KONI Bangli dalam mematok target prestasi.
Perolehan medali emas sebelumnya meningkat dari 15 pada 2022 menjadi 18 pada 2025, sehingga target pada 2027 dipatok minimal menyamai capaian tahun lalu atau naik hingga 20 medali emas. (*)
Editor : I Made Mertawan