Tembus Podium Asia, Dua Atlet Buleleng Sabet Perak di Kejuaraan Binaraga

Dian Suryantini • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 08:08 WIB
Atlet Binaraga yang meraih medali perak di Bangkok. (Ist)
Atlet Binaraga yang meraih medali perak di Bangkok. (Ist)  

BALIEXPRESS.ID – Di balik panggung megah Bangkok, Thailand, ada satu tahun disiplin yang jarang terlihat penonton.

Ada pola makan terukur, latihan berjenjang, dan pengendalian kondisi tubuh yang dijalani tanpa jeda.

Hasilnya dibawa pulang dua atlet Buleleng, Komang Gading Darmawan dan Dewa Putu Bayu, yang masing-masing menyabet medali perak pada 58th Asian Bodybuilding and Physique Sports Championships 2026, 22-28 September.

Baca Juga: Ngatrek di Jalur Tengkorak Tabanan, Truk Logistik Angkut 20 Ton Susu Tabrak Truk Paket dan Gapura

Gading finis kedua pada nomor Men's Bodybuilding kelas 75 kilogram. Ia hanya kalah dari Sagendra Sing asal Nepal yang meraih emas.

Perunggu dibagi kepada Stoyanov Valeriy (Nepal), Himanshu Upadhyay (India), dan Vo Van Hoai (Vietnam).

Adapun Dewa Putu Bayu naik podium di nomor Men's Athletic Physique hingga 182 cm. Emas di nomor itu dibawa atlet Malaysia, sedangkan perunggu menjadi milik atlet Singapura.

Baca Juga: PBSI Jembrana Cup 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kembang Ikut Turun Bertanding

Ketua Pengkab Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Buleleng, I Made Widiasa Pasputra, mengaku firasat baik muncul sejak babak pre-judging.

Saat itu ia belum bisa menakar kekuatan seluruh pesaing, tetapi penampilan anak asuhnya memberi keyakinan.

Baca Juga: Cegah Gangguan Kamtibmas, Desa Temesi Gencar Sidak Duktang

“Ketika melihat penampilannya saat pre-judging, saya sudah punya bayangan bahwa keduanya akan menjadi finalis. Astungkara, akhirnya Gading dan Dewa Bayu masuk final dan meraih juara dua,” ujarnya, belum lama ini.

Menurut Widiasa, tiga hal menjadi bekal utama kedua atlet yakni kesiapan fisik, conditioning, dan ketebalan otot.

Ia juga mengingatkan bahwa penilaian binaraga sepenuhnya berada di tangan juri, sehingga hasil akhir tetap merupakan capaian yang patut dibanggakan.

Persiapan kedua atlet berlangsung sekitar setahun dengan program bertahap, mulai dari membangun kondisi fisik, meningkatkan kualitas otot, hingga mematangkan penampilan di atas panggung.

Widiasa menegaskan bahwa binaraga tidak mengenal jalan pintas. “Semuanya berjalan sesuai dengan yang kami harapkan. Kami memang yakin keduanya bisa masuk podium,” katanya.

Ia menyebut keberhasilan ini menjadi pemicu bagi PBFI Buleleng untuk memperbaiki pola pembinaan.

Mencetak binaragawan berprestasi, membutuhkan latihan berkelanjutan, bukan hanya menjelang kejuaraan, tetapi juga untuk menjaga kesiapan menghadapi persaingan yang kian ketat.

Di tengah kabar gembira, Widiasa menyelipkan harapan yang lebih konkret. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Buleleng dan KONI Buleleng meningkatkan dukungan pembinaan cabang ini, terutama pembiayaan persiapan atlet. Alasannya, atlet binaraga menjalani program sepanjang tahun, bukan musiman.

“Dukungan yang berkesinambungan diperlukan agar atlet dapat menjalani program latihan secara optimal dan memiliki kesempatan lebih besar untuk tampil pada kejuaraan tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Pernyataan itu menyiratkan bahwa prestasi di level Asia belum diimbangi kepastian dukungan.

Padahal, pentas internasional menuntut persiapan panjang yang tidak murah, mulai dari kebutuhan nutrisi, suplemen, program latihan, hingga biaya keberangkatan.

Kabar baiknya, usia kedua atlet masih memungkinkan mereka bersaing di kejuaraan berikutnya.

Gading berada di usia produktif, sementara Bayu, meski sudah menginjak kepala tiga, terbukti masih mampu menembus final dan podium Asia.

Kedua atlet dinilai masih berpeluang menorehkan prestasi lebih tinggi, termasuk mengejar medali emas yang kali ini lepas dari genggaman.

Bagi PBFI Buleleng, dua perak dari Bangkok bukan garis akhir, melainkan penanda bahwa pembinaan yang konsisten bisa berbuah hasil. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
binaraga atlet buleleng