GIANYAR, BALI EXPRESS – Kabupaten Gianyar selain dikenal dengan Bumi Seni ternyata juga memiliki banyak kuliner yang melegenda karena sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.
Salah satunya adalah hidangan Sate Serapah yang beralamat di Jalan Raya Patih Jelantik tepatnya selatan Setra Desa Beng. Kuliner lezat yang berbahan dasar daging ayam ini sudah berdiri sejak 1960 silam
Ni Ketut Bagiani, 40, atau yang akrab disapa Bu Jero menuturkan jika warung Sate Serapah itu sudah dikelola oleh tiga generasi. “Terakhir karena mertua saya meninggal jadi saya yang melanjutkan jualannya,” ujarnya Jumat (21/7).
Adapun hidangan yang ditawarkan Bu Jero Bagiani adalah sate ayam dengan bumbu serapah. Serapah sendiri adalah bumbu saur (serundeng kelapa). “Saur ini terbuat dari kelapa tua yang dibakar dan itu ciri khas Gianyar. Banyak yang suka,” lanjut wanita yang beralamat di Banjar Sampiang, Desa Gianyar, Kecamatan Gianyar tersebut.
Bahkan pelanggannya bukan hanya masyarakat dari Gianyar saja, namun juga dari luar Gianyar banyak yang datang ke Gianyar hanya untuk menikmati sate serapah buatannya. Tak terkecuali para pejabat dan tokoh masyarakat.
Jero Bagiani pun menuturkan jika dulunya bukan daging ayam yang digunakan namun daging burung. Namun karena habitat burung Kerkuak di sawah sudah semakin langka maka keluarganya pun mengganti dengan daging ayam. “Satu ekor daging bisa menjadi 40 sampai 50 tusuk sate, tapi tidak semua bagiannya bisa dijadikan sate,” bebernya.
Ia pun menuturkan jika proses pembuatan sate serapah cukup mudah, daging ayam yang sudah dipotong dikukus selama 10-15 menit sampai empuk, karena biasanya daging ayam merah cenderung alot. Setelah dagingnya empuk baru ditusuk menjadi sate, dimana dalam satu tusuk sate berisi daging, kulit hingga telur ayam. Sedangkan untuk bumbu serapahnya pihaknya memiliki bumbu rahasia dari nenek moyangnya. “Setiap hari bangun jam 5 pagi, dan mulai jualan jam 9 sampai kadang jam 5 sore sudah habis,” lanjutnya.
Dalam satu hari, Jero Bagiani bisa menghabiskan 500 tusuk sate ayam serapah dan pecak. Biasa disajikan bersama tipat (ketupat). Harga satu porsi sate serapah lengkap dengan tipat dibanderol Rp 15.000.
Sementara itu, salah satu pelanggan setia Bu Jero Bagiani, Made Sanjaya mengatakan jika ia sudah lama menggemari sate serapah yang dijual Jero Bagiani. “Karena satenya enak dan empuk, bumbunnya itu bikin beda dari bumbu sate lainnya. Bumbunya itu menggunakan basa rajang dan khas di lidah,” tandasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana