KL
Laklak sendiri merupakan salah satu jajan jenis kue basah tradisional Bali. Bahannya adonan tepung kemudian dipanggang di atas jangka yang disebut pengelaklakan. Setelah matang ditaburi kelapa parut dan siraman gula aren cair, jadilah penganan nyangluh (gurih), kenyal dan manis menggiurkan.
Jaje laklak ini salah satu kuliner tradisional andalan Desa Wisata Bakas. I Wayan Malendra, pemilik Warung Laklak Pengangon mengatakan bahwa selain laklak, ada beberapa jajanan Bali lainnya seperti pisang rai, jaje injin, ongol-ongol dan lukis.
Warung itu juga menjual nasi pengangon seperti nasi putih dan nasi sela dengan lauk ikan teri, be pindang, be siap mesisit, telur goreng, jukut urab sambel tomat dan sambel matah. “Selain beberapa kuliner, di tempat kami juga menyajikan pemandangan panorama persawahan Subak Desa Bakas,” ujar Malendra.
Untuk menu lainnya ada soto ayam pengangon menggunakan racikan bumbu khas Bali. Soto ini rasanya agak beda dari soto lainnya. Harga harganya pun bersahabat mulai dari jajanan Bali termasuk laklak pengangon Rp5 ribu, nasi pengangon Rp10 ribu, soto Rp10, kopi barista Rp10 ribu, es kopi Rp10 ribu, “Harga ini merupakan harga pengangon untuk masyarakat desa, untuk wisatawan domestik harganya juga sama maupun tamu tamu asing tetap harganya sama karna warung ini mempunyai misi konsen mengenalkan kuliner lokal dalam memperkuat ekonomi mikro desa,” (*)
Editor : I Made Mertawan