JEMBRANA, BALI EXPRESS - Pulau Bali terkenal sebagai destinasi wisata yang memiliki panorama pantai dan gunung yang indah.
Tradisi adat dan budaya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Dewata-salah satu julukan Bali.
Selain itu, Bali juga memiliki sajian kuliner khas tradisional dengan rasa yang dapat menggoyang lidah penikmatnya.
Bahkan olahan kuliner khas itu juga kerap kali disajikan juga di sejumlah hotel yang tersebar di Bali.
Ayam betutu merupakan hidangan khas Bali yang terkenal dengan rasa pedas itu merupakan olahan ayam yang dikukus ataupun dipanggang dengan tambahan rempah-rempah yang kaya akan citarasa khas Betutu.
Hidangan ini sangat populer dan dapat ditemui beberapa wilayah di Bali. Campuran rempah-rempah yang digunakan terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, cabai, terasi, dan kacang, yang semuanya ditumbuk halus dengan menggunakan ulekan.
Bumbu-bumbu halus itu kemudian ditumis dan dioleskan pada ayam yang akan dimasak (dikukus) agar bumbu itu bisa meresap dalam daging ayam.
Salah satu rumah makan betutu legendaris sejak 1978 terletak di bekas terminal lama Pelabuhan Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana.
Rumah makan ini menjadi spot makan favorit para turis yang memasuki Bali melalui jalur laut atau via Pelabuhan Gilimanuk karena jaraknya hanya 5 menit dari Pelabuhan Gilimanuk.
Ayam Betutu Men Tempeh 1978 saat ini dikelola anak dan menantu Men Tempeh yang bernama Ibu Oka Damayanti. Rumah makan ini dapat menampung ratusan pengunjung.
Untuk umat muslim tidak perlu khawatir untuk bersantap disini, karena menunya dijamin halal.
Men Tempeh sendiri merupakan orang asli Gianyar yang merantau dan menetap di Gilimanuk dengan berjualan ayam betutu.
“Resep turun temurun dari mertua kami, Men Tempeh. Beliau orang asli Gianyar kemudian dulu merantau ke Gilimanuk dan berjualan ayam betutu," ujar Oka Damayanti.
Olahan ayam betutu Men Tempeh lanjutnya memakai ayam kampung yang masih muda dengan berat sekitar 600-700 gram.
Ayam kampung ini melalui proses perebusan sekitar satu jam hingga benar-benar empuk. Ayam betutu Men Tempeh 1978 menggunakan racikan bumbu basa genep yang lengkap. Proses memasak juga dapat di lihat dari area makan.
Pengunjung ayam betutu Men Tempeh 1978 bisa memilih menu ayam betutu original (basah) atau ayam betutu goreng (kering).
Untuk pilihan betutu goreng, biasanya dikhususkan kepada pengunjung yang tidak terlalu suka pedas.
“Kalau yang suka pedas bisa coba yang basah (oroginal). Yang goreng untuk yang tidak suka pedas,” imbuhnya.
Ayam betutu Men Tempeh 1978 dijual paket per ekor yang bisa dinikmati untuk 4 orang.
Paket berisikan 1 ekor ayam betutu, 1 bakul nasi, 1 porsi sayur, sambal goreng dan matah, serta kacang.
Selain itu, pengunjung juga bisa membeli ayam betutu per porsi dengan ukuran 1/4 ekor maupun 1/2 ekor, sesuai dengan kebutuhan. (*)
Editor : I Made Mertawan