DENPASAR, BALI EXPRESS - Belum lama ini, pengunjung Pantai Sanur Bali dikejutkan dengan kemunculan ubur ubur beracun atau yang juga dikenal dengan nama Ubur ubur Blue Bottle.
Seperti namanya, ubur ubur ini memiliki ciri khas yakni warna biru jernih seperti pantulan warna langit di air laut.
Tidak hanya di pantai luaran sana, ubur ubur jenis ini juga ternyata ditemukan di Pantai Sanur, Denpasar, Bali.
Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa, kemunculan ubur ubur beracun ini merupakan salah satu fenomena pantai tahunan.
Umumnya, sekitar Juli-September, angin berembus cukup kencang. Adanya pengaruh angin, menyebabkan ubur ubur beracun ini tertiup ke perairan dangkal dan seringkali terdampar di tepi pantai.
Ubur ubur ini sebelumnya juga ditemukan cukup banyak bermunculan di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.
Disebut-sebut beracun, seperti apa sebetulnya Ubur-ubur Blue Bottle ini?
Dilansir dari berbagai sumber, Ubur ubur bottle sebetulnya bukanlah jenis hewan tunggal.
Ubur-ubur ini merupakan koloni empat jenis individu yang sangat beragam (zooids). Untuk bertahan hidup, zooids bergantung satu sama lain.
Pelampung dari ubur ubur beracun ini merupakan kantung berbentuk seperti botol atau buah pir yang umumnya memiliki tinggi lebih dari 15cm.
Warna kantung ini dominan biru, dengan margin atas yang terkadang ditemukan berwarna hijau atau merah muda.
Ubur ubur jenis physalia ini berenang miring melawan melawan arah angin dan jalurnya mengikuti kelengkungan pelampungnya dan ketahanan bawah air dari seluruh koloni.
Namun jika angin bertiup terlalu kencang, mereka akan terseret dan cukup sering terdampar di perairan dangkal, bahkan tepi pantai.
Ubur ubur ini lebih banyak ditemukan di perairan laut di Samudera Hindia dan Pasifik.
Larva ikan, moluska, hingga krustasea kecil seperti kopepoda dan amphipoda merupakan makanannya sehari-hari.
Beberapa koloni bertugas khusus untuk menyengat, koloni lainnya bertugas menangkap ikan serta ada juga yang bertugas untuk memangsa dan bereproduksi.
Sengatan ubur ubur ini cukup berbahaya bagi manusia. Ada puluhan ribu, bahkan hingga ratusan ribu sengatan yang terjadi setiap tahunnya.
Sengatan dari Ubur ubur Blue Bottle umumnya menimbulkan bilur merah disertai pembengkakan dan nyeri sedang hingga parah.
Perih mungkin akan terasa seperti terbakar. Beberapa kasus, ditemukan kulit yang tersengat dapat melepuh.
Sengatan dari ubur ubur ini untuk sebagian orang juga dapat menyebabkan sesak napas.
Sebagian orang yang tersengat mungkin tidak menimbulkan efek yang besar, tetapi bagi lanjut usia, orang dengan alergi, riwayat penyakit tertentu, bisa menimbulkan komplikasi.
Berikut ini cara mengobati sengatan Ubur ubur Blue Bottle:
1. Segera menepi dari laut atau menuju lokasi teraman jika tersengat Ubur-ubur Blue Bottle.
2. Jangan menggosok area yang terkena sengatan.
3. Segera cuci dengan air garam atau air laut. Ini akan membantu untuk menghilangkan sel-sel penyengat yang samar.
4. Rendam bagian yang tersengat dengan air hangat. Suhu sekitar 40 derajat diyakini dapat menenangkan bagian yang tersengat selama 10 menit.
5. Segera mencari perawatan medis jika dampak sengatan menetap atau justru semakin parah.
Editor : I Putu Suyatra