BALI EXPRESS - Menikmati roti canai tidak harus datang ke negeri Bollywood, India. Kini, roti ini bisa dinikmati di Kedai Umah Pradja.
Menariknya, kedai ini cocok jadi tempat nongkrong bagi anak muda. Pasalnya, selain bernuansa vintage aestetic, kedai ini juga menyajikan beragam menu yang digandrugni anak muda.
Tak sulit mencari Kedai Umah Pradja. Lokasinya terletak di Jalan Ratna No. 8, Banyuasri, Singaraja. Kedai ini buka setiap hari mulai dari pukul 11.00 s/d 23.00 Wita. Bahkan, saat weekend sudah pasti ramai dikunjungi anak muda hingga orang tua.
Selain sentuhan vintage yang bernuansa jadul, kedai ini menawarkan berbagai hidangan. Mulai dari roti panggang, tahu tek, nasi goreng pradja.
Dan yang membedakan dari kelain lainnya adalah Kedai Umah Pradja menjual roti canai yang biasanya banyak dijual di India.
Jadi tidak usah jauh-jauh pergi ke negeri India untuk mencari roti canai, karena di kedai Umah Pradja telah tersedia.
Tak hanya itu, kedai satu ini juga menjual minuman khas anak tongkrongan yaitu berbagai jenis kopi, seperti kopi gula aren, kopi kayu manis, kopi susu dan kopi hitam, serta minuman segar seperti es kelapa, es lemon tea dan es soda gembira.
Soal harga, jangan khawatir. Sangat ramah di kantong anak muda.
Di menu tertera list harga antara Rp 7.000 hingga Rp 60.000.
Tempat ini sangat nyaman bagi anak muda untuk nongkrong ketimbang di tempat lain.
Uniknya, kedai ini punya cara penyajian yang berbeda dari tempat nongkrong lain, yaitu menggunakan gelas dan piring jadul yang terkesan unik.
Bahkan, makanan yang dipesan bisa diambil langsung, setelah alarm di meja berdering.
Owner Kedai Pradja, Yogi menuturkan, tempat nongkrong yang mereka buat diperoleh dari bekas rumah dinas yang dimiliki oleh I Made Prajana.
Mereka mengambil nama "Umah Kedai Praja" dari nama rumah dinas tersebut itu sendiri.
"Sebenarnya tempat ini dulunya rumah dinas milik I Made Pradjana. Storycle tempat ini diambil dari nama rumah ini sendiri,” paparnya.
“Sempat kebingungan untuk membuat branding tempat nongkrong dengan konsep nuansa yang vintage jadul. Kami kasih nama apa? Tujuan awal buat tempat ini, ya jualan,” jelas Yogi.
Ia tak menampik Kedai Umah Pradja ini memang menyasar segmen usia anak kuliahan dan anak sekolahan. Selain itu berbagai komunitas juga kerap ngongkrong di tempat ini, seperti komunitas vespa.
"Komunitas vespa pernah berkunjung ke sini, karena memang awalnya circle pertemanan dari komunitas, komunitas musik, budaya. Pernah juga ada temen dari Swiss dan Perancis nongkrong di sini,” paparnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung bernama Pipit, mengaku sengaja menghabiskan waktu santainya di Kedai Umah Pradja sebagai tempat nongkrong favorit. Alasannya, lokasi yang strategis dan cocok untuk anak muda dengan desain interior yang aesthetic.
Selain itu harga menu yang murah juga menjadi pertimbangannya.
“Yang pertama karena tempatnya strategis. Trus yang kedua ya cocok untuk anak-anak muda jaman sekarang, karena desain interior atau bangunannya lumayan aesthetic,” ungkapnya.
“ Kalau buat saya pribadi sih suasananya nyaman karena dari segi makanan juga nggak begitu mahal, ya pas di kantong lah sesuai sama tempatnya,” sambungnya.
Editor : Nyoman Suarna