Salah satunya adalah Sañña Ubud, yang berlokasi di Kecamatan Tegalalang Kabupaten Gianyar. Resort yang memiliki 31 unit villa ini, menjadi salah satu resort mewah yang setiap kamarnya memiliki konsep dan karakter tersendiri.
Thomas Elliot, perancang sekaligus aritek dari Sañña Ubud menjelaskan sebelum merealisasikan Sañña Ubud ini, dirinya sudah melakukan riset selama 30 tahun lebih. Riset ini dilakukan untuk mengetahui seni arsitektur Bali secara mendetail termasuk juga mengenai sejarah dan filosofi dari arsitektur Bali.
"Saya pertama kali datang ke Bali tahun 1992, setelah tinggal di Bali, saya ingin mendesain sebauh hunian yang nyaman, namun tidak melupakan kosep dan akar budaya Bali, sehingga saya melakukan riset terkait filosofi, seni arsitektur dan lain sebagainya," jelasnya.
Hingga akhirnya Sañña ubud dibangun dengan konsep villa butik yang dirancang dengan konsep bangunan tradisional Bali. Karena dirancang sebagai tempat healing, hampir semua unit villa di Sañña Ubud dirancang sebagai tempat privat dengan kolam renang sendiri tanpa ada TV di ruangan. Sehingga para tamunya bisa menikmati pemandangan lembah yang hijau dari kamar.
Untuk fasilitasnya, General Manager Sañña Ubud, Nengah Suweca menyebutkan karena memang dirancang untuk tempat healing, Sañña Ubud dilengkapi dengan fasilitas oenunjang lainnya, seperti Spa tropis yang menenangkan hingga kolam renang dengan konsep air teejun mini yang alami.
"Untuk harga kamar, kami memasarkan kamar di Sañña Ubud ini mulai dari Rp 5 juta per malam hingga Rp 20 juta per malam. Nah untuk kamar yang Rp 20 juta per malam ini, sudah full booking hingga akhir tahun nanti. Ini merupakan type tertinggi dari kamar yang ada di Sanna Ubud," ungkapnya.
Vaya Terrace & Kanta Terrace villa merupakan unit villa yang dijual dengan harga Rp 20 juta per malam. Untuk unit ini, jika dilihat dari sisi letak, terletak di lokasi yang cukup tinggi, sehingga saat menginap wisatawan bisa menikmati pemandangan lembah hijau yang menenangkan.
Unit villa ini, selain fasilitas standar di sebuah villa mewah, unit ini juga dilengkapi dengan coffee maker standar, wine unit dan akses ke spa tropis secara gratis. Untuk makanan, baik sarapan atau makan yang lainnya, tamu di unit ini bisa memesan makanan untuk di bawa ke kamar.
Untuk pasar, Sueca menyebutkan memang menyasar pasar wisatawan kelas menengah ke atas yang memang sangat oeduli dengan kualitas layanan dan privasi. "Tamu yang menginap didominasi wisatawan dari Eropa, Australia, Amerika Serikat, dan Irlandia. Lama tinggal minimal 3 malam dengan rata-rata mencapai 3,5 malam," tambahnya. (gek)