BALI EXPRESS - Selain dikenal dengan keindahan pantainya, Bali juga memiliki sejumlah gunung yang menjadi daya tarik wisatawan.
Salah satunya adalah Savana Tianyar yang memiliki pemandangan hamparan rumput luas dengan view Gunung Agung di belakangnya.
Namun belum banyak yang tahu jika kawasan Savana Tianyar, Karangasem, Bali ini memiliki pesona alam ala Afrika.
Keindahan alam Savana Tianyar tak hanya menjadi daya tarik para wisatawan mancanegara, tetapi juga para selebriti dunia. Salah satunya adalah Boygrup Kpop Tomorrow X Together atau TXT.
Savana Tianyar menjadi salah satu lokasi syuting musik video “Sugar Rush Ride” pada 2023 lalu.
Di beberapa adegan terlihat para member dari boygrup itu berlarian di hamparan rumput hijau dengan view Gunung Agung di belakangnya.
Savana Tianyar berlokasi di Desa Tianyar, Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem, Bali.
Tempat ini menyajikan pemandangan padang rumput luas nan hijau berlatar belakang Gunung Agung.
Dengan view menarik tersebut, Savana Tianyar menjadi tempat yang direkomendasi untuk dikunjungi para wisatawan yang sedang berlibur ke Bali.
Dengan pesona hamparan rumput hijau yang menyejukan mata, tentunya Savana Tianyar menjadi tempat favorite wisatawan yang berkunjung.
Hamparan savana hijau berlatar belakang Gunung Agung merupakan pemandangan alam yang tak dapat dilewatkan saat berada di Bali.
Pada musim kemarau hamparan rumput hijau akan menjadi coklat yang memberikan kesan berada di Afrika.
Terdapat beberapa rumah-rumah warga serta peternakan sapi dan kuda menghiasi hamparan rumput, yang menjadi nilai plus untuk berfoto.
Untuk akses ke Savana Tianyar dapat dilalui dengan motor maupun mobil, namun tetap harus berhati-hati karena banyak truk pengangkut pasir dan batu yang lalu lalang.
Tidak ada biaya tiket masuk atau parkir bagi pengunjung yang hendak berwisata ke tempat ini.
Namun perjalanan dari Denpasar menuju tempat ini memakan waktu 2-3 jam.
Selain untuk menikmati keindahan alam dan berfoto, Savana Tianyar biasanya juga digunakan untuk tempat camping.
Kadek Dwi Ayu Maharini*
- Penulis adalah mahasiswa magang Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.