BALI EXPRESS – Staycation yang berada di wilayah Gianyar, tepatnya di jalan Raya Goa Gajah, No. 93, Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar Bali memiliki view berbeda dengan Kintamani Bali.
Kalau tempat glamping di Kintamani Bali kebanyakan menjual view Gunung Batur dan kaldera Danau Batur, penginapan di Gianyar Bali ini menawarkan pemandangan berupa sawah.
Namanya Pondok Mahardika. Untuk menuju penginapan ini hanya butuh waktu perjalanan sekitar 1,5 jam dari Bandara Ngurah Rai Bali.
Penginapan ini tergolong murah, hanya membayar Rp350 ribu per malam, kalian akan dapat menikmati kenyamanan dan ketenangan ala Gianyar.
Penginapan ini sangat cocok untuk yang ingin menjauh dari hiruk pikuk perkotaan
Dengan pemandangan hamparan sawah yang luas, semakin membuat kalian tenang.
Di samping udaranya yang bersih dan menyegarkan yang membuat kenyamanan tersendiri.
Untuk fasilitas, di Pondok Mahardika ini tergolong lengkap, bahkan terdapat dapur pribadi di setiap kamar.
Setiap ruangan juga tersedia toilet pribadi. Jadi tidak perlu khawatir apakah toiletnya termasuk sharing atau bukan.
Pondok Mahardika juga sangat dekat dengan central Ubud, hanya perlu waktu 5 menit untuk sampai ke sana.
Dilansir dari akun Instagram @Pondok Mahardika, penginapan yang menampilkan pemandangan hamparan sawah tersebut menuai banyak pujian dan juga komentar netizen.
Baca Juga: Resmi Tersangka, Ayah Rudapaksa Putri Kandung Berusia 7 Tahun di Buleleng Bali Ditahan
Salah satu ditulis akun @efendifamily yang menyatakan “Healing banget ya view sawah gitu.”
Unggahan tersebut ditimpali @Sayyidatiihayaaraseukiy yang mengatakan, “Saya sangat menyukai tempat ini! Saya tinggal di sini sangat fantastis. Tempat ini menawarkan lingkungan yang tenang dengan suara sungai.”
Akun tersebut juga menyebutkan, pengalaman 10/10 di Ubud bagi mereka yang mencari pengalaman menginap ramah lingkungan yang murah. Meja depan sangat baik dan bermanfaat.
“Dia memberi saya kue untuk menguji bisnis kue dan kue kering buatannya. Tempat yang indah. Orang-orang yang menyenangkan, pengalaman yang menyenangkan,” sambungnya.
Ni Putu Sumariani*
Penulis adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja.
Editor : Nyoman Suarna