BALI EXPRESS - Glamping unik di Kintamani, Bali, menawarkan pengalaman yang mengagumkan dengan pemandangan yang memukau.
Berbagai jenis glamping tersedia di wilayah ini, mulai dari yang konvensional hingga yang tidak biasa.
Salah satu glamping terfavorit di Kintamani Bali yang menarik perhatian banyak pengunjung adalah Blackwoodcabin.
Terletak di Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, glamping ini menawarkan kedekatan dengan alam yang luar biasa.
Jarak dari Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar 76 km, dengan waktu perjalanan sekitar 2 jam.
Blackwoodcabin menawarkan fasilitas yang lengkap untuk kenyamanan pengunjungnya.
Selain itu, pemandangan yang mempesona menjadi daya tarik utama glamping ini.
Terletak di wilayah perbukitan, glamping ini menawarkan panorama Gunung Batur dari sudut yang berbeda, serta hutan dan lautan awan yang memukau.
Setiap cabin di Blackwoodcabin didesain dengan dua lantai.
Lantai pertama dilengkapi dengan dapur, ruang keluarga, kamar mandi, dan bathtub outdoor.
Sedangkan lantai kedua memiliki tempat tidur dan balkon berupa jaring yang menghadap langsung ke Gunung Batur.
Baca Juga: Empat Golongan Krama Bugbug di Karangasem Bali: Dari Paca Bugbug Menuju Kesetaraan
Desain ruangan yang estetik dan instagramable menjadi nilai tambah yang menyenangkan bagi pengunjung untuk mengabadikan momen.
Beberapa pengunjung yang sudah pernah merasakan glamping di tempat ini menyatakan kepuasannya di akun media sosial @Blackwoodcabin.
Salah satunya adalah akun dengan nama @Putu Yana menyatakan, "Kabin terbaik untuk menginap di Kintamani. Ditambah lagi, pemandangan gunung yang menakjubkan. Saya sangat suka!"
Baca Juga: Komitmennya dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Tantangan GeopolitikKomentar senada juga disampaikan akun @putumerikumalasari yang menyebutkan, "Sangat puas dan nyaman dengan pemandangan gunung, serta akomodasi yang ramah di Kintamani dengan gaya yang berbeda."
Berbagai komentar ini menunjukkan bahwa rata-rata pengunjung menyukai glamping di Blackwoodcabin. Bagaimana dengan Anda?
Ni Putu Sumariani*
- Mahasiswa PKL STAHN Mpu Kuturan Singaraja