DENPASAR, BALI EXPRESS- Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun mengatakan pengembangan desa wisata di Bali kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi.
Saat ini, terdapat 238 desa wisata yang tersebar di berbagai penjuru Bali.
Tjok Bagus menekankan pentingnya desa wisata dalam memberikan pengalaman yang autentik dan berbeda bagi wisatawan saat berlibur di Bali, terutama wisatawan mancanegara yang mencari suasana alam dan budaya Bali yang kental.
"Tren wisatawan mancanegara yang ke Bali saat ini cenderung mencari pengalaman di alam, dan dalam hal ini desa wisata memberikan suasana baru,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Sabtu, 1 Juni 2024.
“Tidak hanya untuk menginap, desa wisata juga menawarkan homestay dan kesempatan untuk melihat kehidupan sehari-hari masyarakat Bali dengan budayanya yang begitu kental," tambahnya.
Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas desa wisata, pemerintah terus melakukan berbagai upaya.
"Kami senantiasa melakukan pembinaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan desa wisata. Kami juga berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkom Dewi) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengadakan Anugerah Desa Wisata," jelasnya.
Lebih lanjut, Tjok Bagus menyoroti manfaat signifikan dari desa wisata bagi masyarakat lokal.
"Pertama, kami pastikan pengelola desa wisata harus inovatif dalam mengembangkan program,” tambahnya.
Baca Juga: Ayah di Buleleng Bali Masuk Kamar Putri Kandungnya pada Tengah Malam, lalu Lakukan Pencabulan
Pemerintah tidak ingin homestay dibangun oleh orang luar, tetapi kamar-kamar yang ada di desa penduduk yang tidak dimanfaatkan harus dioptimalkan.
“Ini juga salah satu cara untuk meminimalisir urbanisasi dari desa ke kota," tegasnya.
Dengan upaya ini, diharapkan desa wisata di Bali tidak hanya mampu menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya serta lingkungan. (*)
Editor : I Made Mertawan