BALIEXPRESS.ID- Selain staycation di akomodasi glamping yang ada di Kintamani Bali, ternyata obyek wisata Kintamani Bali juga punya aktivitas lain yang bisa dinikmati wisatawan.
Berikut lima aktivitas yang bisa dinikmati wisatawan ketika berkunjung ke Kintamani yang tidak memiliki waktu untuk glamping.
1. Ngopi dengan View Gunung Batur
Kawasan Penelokan di Kintamani Bali, saat ini menjadi salah satu pusat coffee shop di Bali. Pasalnya di sepanjang Jalan Raya Penelokan terdapat puluhan coffee shop dengan berbagai macam pilihan menu makanan selain kopi.
Rata-rata coffee shop di jalan Raya Penelokan ini memiliki view yang sama, yakni pemandangan indah Gunung Batur dan Danau Batur.
Meski memiliki view yang sama, namun puluhan coffee shop ini memiliki beragam jenis konsep bangunan.
Ada yang menampilkan tema keindahan surga musim panas, ada juga yang tampil dengan konsep coffee shop ala Jepang.
Bahkan satu gerai kopi asal Amerika (Starbucks) mendapat predikat sebagai gerai kopi terindah di Bali karena lokasinya yang strategis.
Gerai kopi ini pun dijuluki sebagai starbucks terkeren di Indonesia.
- Mengunjungi Indomaret Viral dengan View Gunung Batur
Pada bulan Desember 2023 lalu, di jagad Tiktok viral Indomaret Point Coffe Kintamani, Bali.
Pasalnya, Indomaret Point Coffe memposting pemandangan langsung ke Gunung Batur, menampilkan keindahan Caldera Geopark Batur yang eksotis.
Karena lokasinya ini, Indomaret Point Coffee Kintamani, menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Kintamani Bali.
Sambil menikmati keindahan kaldera Gunung Batur, pengunjung bisa ngopi atau menikmati makanan ringan lainnya khas jajanan Indomaret.
- Menikmati Mujahir Nyat-nyat Khas Kintamani Bali
Sebelum dikenal sebagai spot glamping yang cantik di Bali, Kintamani sudah menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun internasional.
Untuk kalangan wisatawan lokal, kawasan Kintamani Bali dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Bali karena memiliki menu khas yakni ikan mujair nyat-nyat.
Untuk menikmati ikan mujahir nyat-nyat ini, wisatawan bisa mendapatkannya dengan mudah.
Karena dari kawasan Penelokan Kintamani sudah tersedia warung makan yang menyediakan menu mujahir nyat-nyat.
Bahkan beberapa coffee shop di Penelokan juga menyediakannya sebagai menu makanan utama.
- Menikmati Kolam Permandian Air Panas
Toya Devasya Hot Spring Waterpark di Toya Bungkah, Kintamani, merupakan destinasi wisata di Kintamani Bali.
Tempat ini sudah dikenal oleh masyarakat luas sejak tahun 1990-an silam.
Tempat ini sudah dikenal jauh sebelum Kintamani Bali dikenal sebagai salah satu destinasi glamping.
Obyek wisata yang terletak di desa Batu Tengah, Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli ini, menawarkan kolam renang air panas yang menghadap Danau Batur.
Jadi sembari berendam di kolam air panas, bisa menikmati kemegahan Gunung Batur di sisi yang lain.
Toya Devasya, memiliki delapan kolam air panas alami dan satu kolam air hangat.
Selain menikmati air kolam air panas, wisatawan bisa menikmati olahraga air hingga spa.
Bahkan seiring dengan perkembangannya, saat ini Toya Devasya Resort juga memiliki fasilitas glamping.
- Menjajal Kawasan Black Lava Batur
Selain wisata glamping dengan view yang cantik, kawasan Kintamani Bali juga memiliki fasilitas uji adrenalin bagi pencinta tantangan.
Salah satunya adalah off-road di jalur Black Lava Batur. Jalur pendakian ini menjadi salah satu jalur dengan tantangan seru.
Pasalnya sembari menguji nyali dengan memacu kendaraan di medan berpasir dan kerikil yang cukup curam, wisatawan juga bisa menikmati indahnya panorama Gunung batur dan Danau Batur yang ikonik.
Tentunya untuk menjajal aktivitas ini, wisatawan harus memiliki keterampilan berkendara dan mempersiapkan performa kendaraan supaya tidak membahayakan nyawa.
Nah, itu dia lima aktivitas yang bisa dilakukan di Kintamani Bali selain menikmati fasilitas glamping yang cantik.
Jadi kapan kamu ke Kintamani? Yuk pilih aktivitas yang bisa dilakukan.
Boleh nongkrong di Starbucks dan Indomaret atau mencoba untuk menguji nyali di jalur Off-road Black Lava.
Editor : Nyoman Suarna