Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Inilah Batu Ratapan Angin, Tempat Indah di Dieng Jawa Tengah yang Menyimpan Kisah Kesedihan

Dian Suryantini • Sabtu, 20 Juli 2024 | 04:32 WIB
Batu Ratapan Angin terletak di Jalan Dieng, Km 24. Desa Jojogan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah.
Batu Ratapan Angin terletak di Jalan Dieng, Km 24. Desa Jojogan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah.

BALIEXPRESS.ID - Gardu Pandang Batu Ratapan Angin bukan hanya menawarkan panorama alam yang menakjubkan, tetapi juga menyimpan kisah sejarah yang penuh dengan kesedihan.

Terletak di ketinggian, spot wisata ini memerlukan pendakian yang cukup menantang namun sepadan dengan keindahan yang ditawarkan, terutama pemandangan Telaga Warna Dieng yang memukau.

Menurut legenda setempat, Batu Ratapan Angin menyimpan cerita tentang seorang pangeran dan putri cantik yang kehidupannya sempurna sampai datangnya orang ketiga yang menggoda sang putri.

Sang putri akhirnya tergoda dan pangeran pun mengetahui pengkhianatan tersebut. Dalam kemurkaannya, pangeran mengutuk keduanya menjadi batu setelah pertempuran sengit.

Konon, saat angin bertiup kencang, terdengar suara-suara aneh yang diyakini sebagai ratapan dari kedua batu tersebut, sehingga tempat ini dinamakan Batu Ratapan Angin.

Untuk mencapai spot utama, pengunjung harus menaiki beberapa anak tangga karena posisinya yang berada di ketinggian.

Sepanjang perjalanan, pemandangan indah pepohonan dan bunga berwarna-warni akan menemani. Meskipun pendakian cukup melelahkan, panorama yang menanti di puncak sungguh menakjubkan. 

Namun, pengunjung yang membawa anak-anak harus berhati-hati karena tidak ada pagar pembatas selama perjalanan dan jalur terus menanjak.

Pengunjung juga disarankan untuk tidak melewatkan berfoto di spot-spot yang sudah disediakan, seperti batu besar bertuliskan “Batu Pandang Ratapan Angin”. 

Terdapat beberapa gardu pandang lain yang dapat dimanfaatkan sebagai spot foto dengan panorama alam yang luar biasa.

Beberapa spot foto ini memerlukan biaya tambahan yang ramah di kantong. Selain itu, untuk menikmati view yang semakin indah, pengunjung perlu membayar tambahan sebesar Rp. 5.000,- per orang. 

Waktu terbaik untuk mengunjungi Batu Ratapan Angin adalah di pagi atau sore hari agar tidak terlalu terik. Datang di sore hari akan memberikan tambahan pemandangan cantiknya matahari terbenam atau sunset.

Gardu Pandang Batu Ratapan Angin menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan alam dan kisah legenda yang penuh makna, menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pecinta alam dan sejarah. ***

Editor : Y. Raharyo
#batu ratapan angin #jawa tengah #dieng