Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Tirta Gangga Karangasem Bali: Dulu Tempat Rekreasi Eksklusif Keluarga Kerajaan dan Tamu Istimewa

I Made Mertawan • Minggu, 28 Juli 2024 | 14:55 WIB
Kunjungan wisatawan ke objek wisata Taman Tirta Gangga di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali mengalami peningkatan saat libur Lebaran.
Kunjungan wisatawan ke objek wisata Taman Tirta Gangga di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali mengalami peningkatan saat libur Lebaran.

BALIEXPRESS.ID- Tirta Gangga, nama yang begitu familiar di telinga para wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Tirta Gangga merupakan objek wisata yang berlokasi di wilayah Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Lokasinya yang berada di jalur utama Amlapura-Abang dan tak jauh dari Kota Amlapura membuat Tirta Gangga mudah dijangkau.

Hampir setiap hari, objek wisata peninggalan zaman Kerajaan Karangasem ini ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Sebelum menjadi objek wisata andalan Kabupaten Karangasem, Tirta Gangga menyimpan sejarah panjang dan nilai budaya yang tinggi.

Dilansir dari laman Kementerian Keuangan Republik Indonesia, nama Tirta Gangga berasal dari dua kata yaitu Tirta dan Gangga.

Bagi masyarakat Hindu di Bali, kata tirta ini tentu tidak asing. Tirta artinya air suci.

Sedangkan gangga diambil dari nama sungai yang disucikan di India.

Jadi Tirta Gangga sendiri memiliki makna yang sangat dalam, yaitu air suci dari Sungai Gangga.

Hal ini menunjukkan penghormatan mendalam masyarakat Bali, khususnya penganut Hindu terhadap Sungai Gangga yang dianggap suci dalam agama Hindu.

Tirta Gangga dibangun pada tahun 1946 atas perintah Raja Karangasem kalau itu.

Tirta Gangga awalnya dirancang sebagai tempat rekreasi eksklusif bagi keluarga kerajaan dan tamu-tamu istimewa.

Dengan arsitektur unik yang memadukan gaya Tiongkok dan Bali, istana air ini menjadi permata yang bersinar di tengah keindahan alam Karangasem.

Namun, keindahan Tirta Gangga harus terhenti akibat letusan Gunung Agung, Karangasem pada tahun 1963.

Baca Juga: Terungkap, Asal-Usul Api dalam Kebakaran Hebat yang Ludeskan 19 Vila di The Amasya Villas Seminyak

Bencana alam tersebut mengakibatkan kerusakan yang sangat parah pada istana air dan sekitarnya. Hampir seluruh bangunan dan taman mengalami kerusakan.

Berkat semangat pemerintah setempat, Tirta Gangga berhasil dibangun kembali dan dibuka untuk umum.

Kini, Tirta Gangga menjadi salah satu destinasi wisata populer di Karangasem.

Suasana bak kerajaan langsung terasa begitu memasuki wilayah tersebut, Pengunjung seolah sedang menjadi tamu kehormatan.

Menara air setinggi 10 meter dengan arsitektur yang khas semakin memperkuat kesan megah objek wisata ini.

Selain itu, terdapat kolam-kolam air jernih dengan jembatan batu di atasnya. Jembatan batu yang disusun rapi ini bisa dilewati oleh pengunjung.

Kolam renang dengan berbagai kedalaman juga tersedia, baik untuk dewasa maupun anak-anak. Air yang digunakan di Tirta Gangga berasal dari mata air Rejasa. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #Tirta Gangga #sejarah #karangasem #objek wisata