Patung ini didirikan sebagai bagian dari perayaan 40 tahun berdirinya Kebun Raya Bali. Peresmiannya dilakukan pada tanggal 15 Juli 1999.
Pemilihan tokoh Kumbakarna Laga sebagai objek patung memiliki makna filosofis yang mendalam.
Sosok Kumbakarna dalam epos Ramayana dikenal sebagai sosok yang kuat, gagah berani, namun juga memiliki sisi lembut dan penuh kasih sayang.
Kumbakarna digambarkan sebagai sosok yang sangat kuat dan gagah berani. Patung ini menjadi representasi dari kekuatan alam dan keindahan alam Bali.
Kisah Kumbakarna yang terjebak dalam perang saudara juga menggambarkan pertentangan batin antara kebaikan dan kejahatan.
Hal ini dapat dikaitkan dengan berbagai tantangan yang dihadapi manusia dalam kehidupan.
Meskipun berada di pihak yang salah, Kumbakarna tetap menunjukkan kasih sayang dan kesetiaan kepada keluarganya.
Nilai-nilai ini sangat relevan dengan nilai-nilai luhur dalam masyarakat Bali.
Patung Kumbakarna Laga ditempatkan di tengah taman yang indah, melambangkan harmoni antara manusia dan alam.
Ini sejalan dengan tujuan Kebun Raya Eka Karya yang ingin melestarikan keanekaragaman hayati.
Patung Kumbakarna Laga terletak di tengah-tengah Kebun Raya Eka Karya, Bedugul. Patung ini menjadi titik fokus dan menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung.
Keunikan patung ini terletak pada ukurannya yang sangat besar dan detail yang sangat menawan.
Letaknya yang berada di tengah taman membuat patung ini terlihat sangat menonjol. Dengan latar belakang pepohonan yang hijau dan udara yang sejuk, patung ini menjadi objek foto yang sangat menarik.
Patung Kumbakarna Laga di Kebun Raya Eka Karya Bedugul bukan hanya sekadar karya seni, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Patung ini menjadi simbol kekuatan, keindahan, dan harmoni antara manusia dan alam.
Keberadaannya semakin memperkaya nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung dalam Kebun Raya Eka Karya. Tidak jarang, pengunjung memilih berswafoto di areal Patung Kumbakarna Laga ini. (dik)
Editor : I Putu Mardika