BALIEXPRESS.ID- Pemkab Bangli menetapkan target retribusi wisata sebesar Rp58 miliar pada 2025.
Target retribusi ini meningkat dibandingkan target pada induk APBD 2024 yang sebesar Rp56 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli I Wayan Sugiarta, menyampaikan bahwa objek retribusi wisata tahun depan masih tetap sama, yaitu lima objek wisata.
Objek-objek tersebut meliputi Daya Tarik Wisata Batur, Desa Wisata Terunyan, Desa Wisata Penglipuran, Pura Kehen, dan Pura Pucak Penulisan.
Diharapkan, kelima objek ini dapat terus berkontribusi bagi pendapatan wisata Bangli.
Berdasarkan data, Desa Wisata Penglipuran ditargetkan menyumbang pendapatan tertinggi dengan Rp29,1 miliar, diikuti Daya Tarik Wisata Batur dengan Rp28,6 miliar.
Terunyan ditargetkan Rp81,4 juta, Pura Kehen Rp954,7 juta, dan Pura Pucak Penulisan paling sedikit dengan Rp39,8 juta.
Sugiarta optimis target ini bisa tercapai mengingat pariwisata yang semakin pulih.
Selain itu akan adanya sejumlah terobosan, salah satunya optimalisasi retribusi di Daya Tarik Wisata Batur.
Sugiarta mengakui, sejauh ini masih adanya kendala dalam memaksimalkan pendapatan dari Daya Tarik Wisata Batur, seperti pos tiket yang masih berada di jalur umum.
Kondisi ini membuat pemerintah belum bisa menerapkan sistem one-gate.
Selain itu, banyaknya jalur alternatif sering dimanfaatkan wisatawan untuk menghindari retribusi.
"Kami akan terus memperbaiki kelemahan ini, terutama di kawasan Kintamani," tegasnya pada Selasa (12/11/2024).
Strategi lain yang akan dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor retribusi wisata adalah menggali objek baru.
Sejauh ini Pemkab Bangli sudah memetakan sejumlah objek, di antaranya Air Terjun Tukad Cepung, Air Terjun Tibumana serta Air Terjun Goa Raja.
“Mudah-mudahan DTW lain bisa kami kerjasamakan sehingga menambah penerimaan retribusi dari sektor pariwisata," harap Sugiarta. (*)
Editor : I Made Mertawan