Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menpar Widiyanti Putri Kunjungi Desa Jatiluwih di Bali: Ingin Ungkap Rahasia Desa Wisata Terbaik Dunia 2024

I Putu Suyatra • Rabu, 11 Desember 2024 | 00:32 WIB

DINOBATKAN TERBAIK SEDUNIA : Desa wisata Jatiluwih, Tabanan. (foto: juliadi/radar bali)
DINOBATKAN TERBAIK SEDUNIA : Desa wisata Jatiluwih, Tabanan. (foto: juliadi/radar bali)

BALIEXPRESS.ID – Desa Wisata Jatiluwih di Penebel, Tabanan, Bali, kembali menjadi sorotan dunia setelah dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia 2024 oleh United Nations Tourism (UN Tourism).

Pada Senin (9/12/2024), Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana bersama Wakil Menteri Ni Luh Puspa datang langsung untuk menyaksikan keunggulan desa ini.

Kedatangan Menpar disambut hangat oleh Bupati Tabanan dan Manager DTW Jatiluwih, menciptakan suasana penuh apresiasi atas pencapaian besar desa yang juga telah diakui sebagai situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Subak: Kunci Sukses Jatiluwih sebagai Desa Wisata Kelas Dunia

Menpar Widiyanti mengungkapkan kekagumannya terhadap Desa Jatiluwih yang berhasil memadukan sistem pertanian tradisional subak dengan daya tarik wisata berkelanjutan.

"Kami ingin melihat dan mendengar langsung strategi pengembangan yang dilakukan Jatiluwih hingga meraih gelar desa wisata terbaik dunia. Ini adalah contoh nyata bagaimana pariwisata dan budaya bisa berjalan beriringan," ujar Menpar.

Sejak pengembangannya pada tahun 2016, Desa Jatiluwih telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melestarikan sistem subak dan tradisi lokal.

Hal ini menjadikannya tidak hanya destinasi wisata unggulan, tetapi juga inspirasi bagi desa-desa wisata lainnya di Indonesia.

Jatiluwih Jadi Inspirasi untuk Desa Wisata di Seluruh Indonesia

Menpar Widiyanti menegaskan bahwa keberhasilan Jatiluwih harus menjadi motivasi bagi 7.200 desa wisata di Indonesia yang tergabung dalam jaringan Jadesta (Jaringan Desa Wisata).

"Kami berharap desa-desa wisata lain dapat belajar dari Jatiluwih. Kolaborasi dan inovasi sangat penting agar desa wisata Indonesia mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Menteri Ni Luh Puspa, yang melihat Jatiluwih sebagai bukti nyata bahwa pariwisata tidak harus menggerus budaya dan tradisi.

"Jatiluwih menunjukkan bahwa pariwisata justru bisa memperkuat identitas budaya. Desa ini adalah contoh terbaik bagaimana tradisi dan pariwisata bisa berjalan selaras," ujarnya.

Hanya 40 Desa Wisata yang Tersertifikasi

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menambahkan bahwa meskipun Indonesia memiliki ribuan desa wisata, hanya 40 desa wisata yang telah mendapatkan sertifikasi Serti Dewi (Sertifikasi Desa Wisata).

Desa Jatiluwih adalah salah satu dari sedikit desa yang memenuhi standar global dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC).

Standar ini mencakup empat kategori utama:

  1. Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan
  2. Keberlanjutan Sosial Ekonomi
  3. Keberlanjutan Budaya
  4. Keberlanjutan Lingkungan

"Pencapaian ini membuktikan bahwa Jatiluwih adalah contoh desa wisata berkelanjutan yang layak ditiru oleh desa lainnya," tandas Hariyanto.

Pelajaran dari Jatiluwih: Masa Depan Desa Wisata Indonesia

Desa Jatiluwih tidak hanya menjadi ikon pariwisata Bali, tetapi juga inspirasi bagi pengembangan desa wisata di seluruh Indonesia.

Keberhasilannya membuktikan bahwa dengan inovasi, kolaborasi, dan pelestarian budaya, desa wisata dapat mencapai standar internasional sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat lokal.

Akankah desa-desa lain mampu mengikuti jejak Jatiluwih? Waktu yang akan menjawab. Yang pasti, Jatiluwih telah membuktikan bahwa pariwisata dan budaya bisa bersinergi menciptakan keajaiban. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Ni Luh Puspa #widiyanti putri wardhana #menpar #desa wisata #Jatiluwih #tabanan