BALIEXPRESS.ID - Musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momen gemilang bagi pariwisata Banyuwangi.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), lebih dari 32.112 wisatawan memadati berbagai destinasi di Banyuwangi selama periode 22–25 Desember 2024.
Pantai Boom Marina menjadi destinasi terpopuler dengan 7.593 kunjungan, diikuti oleh Djawatan (6.841 orang), Pulau Merah (3.106 orang), dan Pantai Cacalan (2.670 orang).
Destinasi lain seperti Grand Watudodol, Desa Wisata Tamansari, hingga Jopuro juga ramai dikunjungi wisatawan.
Pemantauan Ketat untuk Kenyamanan Wisatawan
Guna memastikan pengalaman liburan yang aman dan nyaman, Pemkab Banyuwangi melalui Disbudpar menerapkan langkah-langkah monitoring dan evaluasi (monev).
“Tim monev fokus pada empat aspek penting, yakni cuaca ekstrem, protokol kesehatan, sapta pesona, dan keamanan wisatawan,” ungkap Plt Kepala Disbudpar Banyuwangi Taufik Rohman.
Taufik menjelaskan bahwa perhatian khusus diberikan pada destinasi wisata air dengan penambahan lifeguard untuk menjamin keselamatan pengunjung.
Selain itu, e-tax tiket diterapkan untuk memudahkan pemantauan jumlah wisatawan.
Sapta Pesona Jadi Prioritas
Sapta pesona, yang meliputi keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan, menjadi standar utama dalam memastikan kualitas pelayanan di destinasi.
“Kami ingin wisatawan merasa puas dan nyaman selama berada di Banyuwangi,” tambah Taufik.
Dampak Positif untuk Pelaku Wisata
Tak hanya wisatawan, pelaku usaha di sektor pariwisata Banyuwangi juga merasakan dampak positif dari lonjakan kunjungan ini.
“Sektor perhotelan, misalnya, hampir seluruhnya penuh selama libur Nataru,” ujar Taufik.
Kesuksesan musim libur ini diharapkan menjadi dorongan bagi pariwisata Banyuwangi untuk terus berkembang.
Apakah tahun depan Banyuwangi akan kembali mencatat rekor baru? Hanya waktu yang akan menjawab.
Fenomena Tak Biasa: Libur Nataru, Pelabuhan Ketapang Sepi, Arus Kendaraan dari Bali ke Jawa Melonjak
Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini memunculkan fenomena unik di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.
Jika biasanya arus penyeberangan dari Ketapang ke Gilimanuk, Bali, padat oleh wisatawan, kali ini justru kebalikannya.
Hingga Minggu (29/12), aktivitas penyeberangan ke Bali terpantau sepi, sementara lonjakan kendaraan dari Bali menuju Jawa terjadi secara signifikan.
Data Mengejutkan dari ASDP Ketapang
Dalam kurun waktu Sabtu (28/12) malam hingga Minggu (29/12) pagi, sebanyak 9.340 kendaraan tercatat menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang, menurut data resmi ASDP Ketapang. Angka ini jauh melampaui jumlah kendaraan yang bergerak ke arah sebaliknya.
“Tren tahun ini benar-benar berbeda. Biasanya, libur Nataru identik dengan peningkatan arus menuju Bali. Namun sekarang, justru kendaraan dari Bali ke Jawa yang lebih dominan,” ungkap Yani Andriyanto, General Manager ASDP Ketapang.
Apa Penyebabnya?
Yani menduga perubahan tren ini dipengaruhi oleh pola liburan masyarakat. “Banyak wisatawan yang memanfaatkan momen ini untuk mengeksplorasi Pulau Jawa, setelah menikmati liburan di Bali,” jelasnya.
Selain itu, kondisi cuaca yang cukup stabil dan penyesuaian waktu libur di berbagai daerah turut menjadi faktor pendorong lonjakan arus balik menuju Jawa. ***