BALIEXPRESS.ID- Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Setiap tahun, kunjungan wisatawan ke Penglipuran ini mencatatkan tren positif.
Pada tahun 2024, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Penglipuran berhasil melampaui angka 1 juta.
Jumlahnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini tidak lepas dari peran I Wayan Sumiarsa, General Manajer Desa Wisata Penglipuran.
Di bawah kepemimpinan Sumiarsa sejak 2022, Desa Wisata Penglipuran terus berbenah untuk mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki dalam rangka merangsang wisatawan.
Salah satu inovasinya adalah mengembangkan hutan bambu di utara desa menjadi daya tarik wisata baru.
Langkah ini tidak hanya bertujuan menarik lebih banyak pengunjung, tetapi juga menjadi solusi untuk mengatasi over carrying capacity di pusat desa.
“Kami berupaya mengoptimalkan segala potensi yang ada,” ujar Sumiarsa dalam sebuah kesempatan.
Sumiarsa bukan sosok baru dalam dunia pariwisata. Pria kelahiran 2 Agustus 1979 ini memiliki pengalaman bekerja di kapal pesiar Amerika Serikat dari tahun 2004 hingga 2014. Posisi terakhirnya sebagai room attendant.
Setelah memutuskan menetap di Bali, ia melanjutkan karier sebagai pemandu wisata.
Saat ini, bapak satu anak tersebut juga aktif sebagai tenaga pengajar di Mediterranean Bali, salah satu kampus pariwisata yang berfokus pada bidang pariwisata hotel dan kapal pesiar.
Pengalaman selama bertahun-tahun di dunia pariwisata menjadi bekal utama Sumiarsa dalam mengembangkan Desa Wisata Penglipuran.
Ia secara bertahap menerapkan nilai-nilai hospitality yang diterapkan selama bekerja di kapal pesiar.
Meski masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia (SDM), ia terus berupaya memaksimalkan potensi desa.
“Saya mengimplementasikan nilai hospitality yang tiang (saya) dapat di cruise line. Itu yang saya terapkan di Penglipuran,” ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) pada Kamis (2/1/2025). (*)
Editor : I Made Mertawan