BALIEXPRESS.ID- Pernikahan merupakan momen sakral dalam mengikrarkan cinta abadi bagi pasangan.
Salah satu destinasi pernikahan bernuansa romantis itu ada di Bali, yakni O’laya Magnifique yang berlokasi di Uluwatu Bali dengan pemandangan eksotis menghadap Samudra Hindia.
Sesuai dengan namanya, Director of Sales & Marketing O’laya Magnifique, Owen Lesmana mengatakan, O’laya identik dengan keanggunan dan keeleganan.
Karena itu, destinasi ini mencerminkan daya tarik alami dan karisma untuk menjadi pusat perhatian.
“Magnifique berasal dari bahasa Perancis yang berarti menakjubkan. Kombinasi kedua kata ini membentuk O’laya Magnifique, sebuah ungkapan yang menggambarkan keanggunan menakjubkan dengan karisma yang mampu menarik perhatian dan menjadi pusat daya Tarik,” ungkapnya.
O’laya Magnifique dirancang dengan kemudahan akses bagi para tamu yang wheelchair-friendly.
Sehingga O’laya Magnifique tidak hanya wedding venue semata, namun setiap pasangan pengantin yang ingin merasakan pengalaman layanan resor nan mewah dan eksklusif.
Ada beberapa pilihan akomodasi mewah dan eksklusif berupa Presidential Suite dan Forest Suite.
“Baik Presidential Suit and Forest Suite dilengkapi dengan L’Occitane toiletries, brand premium asal Prancis yang menggunakan bahan alami berkualitas tinggi,” sebut Owen.
Di akomodasi ini juga tersedia Chapel Bridge aO’laya ini terbesar di Uluwatu, yakni Lotus Chapel adalah kapel pernikahan indoor dengan luas 145 m persegi.
Dengan kapasitas tamu mencapai ± 150 pax, menariknya lagi, setelah pengukuhan pernikahan, pasangan pengantin dapat merayakan pesta cocktail di Sunset Garden.
Untuk makanan, O’laya Magnifique menyediakan makanan melalui sebuah atraksi yang dikenal dengan nama Theatrical Live-Cooking Buffet.
Konsepnya itu cooking dan plating dengan atraksi yang langsung diperlihatkan di hadapan tamu secara live,” jelas Chef I Nyoman Sudiarta, Executive Chef O’laya Magnifique.
Konsep Theatrical Live-Cooking Buffet ini terasa di stall main course, seperti poultry, beef, lamb, fish, seafood, hingga vegetables.
Editor : IGA Kusuma Yoni