Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kunjungan ke Penglipuran Merosot saat Ramadan, Strategi Ini Diterapkan Pengelola

I Made Mertawan • Kamis, 13 Maret 2025 | 15:23 WIB
Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali tampak sepi, Sabtu, 30 Maret 2024.
Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali tampak sepi, Sabtu, 30 Maret 2024.

BALIEXPRESS.ID- Bulan Ramadan berdampak signifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.

Jumlah wisatawan yang datang ke Penglipuran menurun hingga 55 persen dibandingkan hari biasa.

Berbagai strategi pun diterapkan pengelola Desa Wisata Penglipuran agar kunjungan tetap stabil.

Berdasarkan data, rata-rata kunjungan wisatawan ke Penglipuran selama bulan puasa ini hanya 1.200 wisatawan per hari.

Angka ini jauh lebih sedikit dibandingkan hari biasa yang mencapai 2.700 wisatawan per hari, sehingga terjadi penurunan sebesar 55 persen.

Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, menilai penurunan kunjungan wisata selama bulan Ramadan sebagai hal yang wajar.

Sebab, sejauh ini, desa wisata tersebut didominasi oleh wisatawan domestik (wisdom). Sekitar 85 persen dari total pengunjung merupakan wisdom.

“Setiap bulan Ramadan terjadi penurunan,” ungkap Sumiarsa saat dikonfirmasi, Rabu (12/3/2025).

Namun, diakuinya, bulan puasa tahun ini terasa lebih berat. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah kunjungan kali ini jauh lebih sedikit.

“Kunjungan bulan puasa tahun ini kami compare dengan tahun lalu, ada tren penurunan 22,32 persen. Sekarang lebih sedikit,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya perlu mendalami lebih jauh penyebab penurunan tersebut.

Mereka ingin mengetahui apakah hal ini murni hanya karena bulan Ramadan atau ada faktor lain.

Kemungkinan penyebabnya bisa berasal dari internal pengelola atau dampak efisiensi anggaran pemerintah dan lainnya. 

Sumiarsa mengakui bahwa selama ini Penglipuran sering menerima kunjungan studi banding dari berbagai pemerintah daerah.

“Kami masih mencari apa sih yang menyebabkan penurunan kunjungan selain memang bulan Ramadan,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi penurunan kunjungan wisatawan, lanjut Sumiarsa, pihak pengelola menerapkan berbagai strategi.

Salah satunya dengan menggelar lomba fashion show se-Bangli yang sekaligus memperkuat budaya Bali.

Selain itu, setiap Sabtu, mereka rutin menghadirkan Pasar Pelipur Lara, sementara setiap Minggu wisatawan dapat menikmati pementasan seni dari anak-anak Penglipuran di hutan bambu.

"Kami juga merancang lomba memasak masakan tradisional yang melibatkan siswa SMK dan mahasiswa," ujarnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #kunjungan wisatawan #ramadan #bangli #Penglipuran