Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mpos DTW Kintamani Sering Rusak, Disparbud Bangli Pertimbangkan Penambahan

I Made Mertawan • Kamis, 7 Agustus 2025 | 14:47 WIB
Wisatawan antre di pos pungut retribusi depan Museum Geopark, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali saat libur lebaran, Kamis (3/4/2025).
Wisatawan antre di pos pungut retribusi depan Museum Geopark, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali saat libur lebaran, Kamis (3/4/2025).

BALIEXPRESS.ID- Layanan pemungutan retribusi di pos tiket Daya Tarik Wisata (DTW) Kintamani, Bangli, kerap terganggu akibat kerusakan mesin Mpos.

Kondisi ini dinilai menghambat pelayanan kepada wisatawan. Selain itu berpotensi memicu kemacetan di jalur utama.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli I Wayan Dirga Yusa,  mengakui mesin Mpos sering rusak.

Menurutnya, dalam sepekan terakhir, enam unit mesin di sejumlah pos retribusi dilaporkan tidak berfungsi. Kerusakan itu baru bisa ditangani setelah rekanan melakukan penggantian unit dengan yang baru. 

Kini seluruh mesin kembali normal. “Mpos sudah datang dan sudah digunakan mulai hari ini,” ujar Dirga Yusa dikonfirmasi pada Selasa (5/8/2025).

Pejabat asal Desa Demulih, Kecamatan Susut ini menegaskan, meski sudah berfungsi, masalah ini tetap menjadi perhatian serius, apalagi setiap pos tiket rata-rata hanya memiliki dua mesin.  Jika satu mesin rusak, maka langsung berdampak terhadap pelayanan.

Kerusakan mesin ini memicu antrean kendaraan pengangkut wisatawan.

Selain itu juga mengganggu pengguna jalan lain, karena rata-pos pungut berada di jalur utama.

Ia mencontohkan pos retribusi di depan Museum Gunung Api Batur yang merupakan jalur utama Kintamani-Singaraja.

Begitu juga pos retribusi di Sekardadi, jalur utama Susut-Kintamani.

Untuk mengantisipasi gangguan serupa, pihak Disparbud memikirkan untuk menambah jumlah mesin Mpos di setiap pos retribusi.

Penambahan ini dinilai penting karena pemungutan retribusi tidak bisa dilakukan secara manual.

"Harus ada komitmen kuat dari sisi penganggaran, Mpos itu harus kita tambah," tegas Dirga Yusa. (*)

Editor : I Made Mertawan
#retribusi #Kintamani #Mpos